Arteri Handycraft, Produk Gelangnya Beredar Hingga Lintas Negara

Kebanyakan kaum hawa menyenangi aksesoris dan perhiasan. Namun seringkali orang bosan dengan bentuk aksesoris yang “begitu-begitu” saja. Makanya Fitria Dania terpanggil untuk memproduksi aksesoris dengan bentuk yang klasik, dan elegan dengan harga terjangkau. Dia menggunakan bahan dasar kawat tembaga.

“Bahannya awet, tidak mudah berkarat. Dan pastinya harganya terjangkau,” terang Fitria saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Sebenarnya di Kediri sudah ada produk aksesoris dari kawat tembaga. Hanya saja harganya tetap mahal karena bahan yang digunakan jenis rose gold. Fitria mencoba menyiasatinya dengan menggunakan kawat tembaga jerman yang harganya lebih terjangkau. Ternyata peminatnya cukup banyak.

“Kalau kawat rose gold memang lebih cerah dari tembaga jerman tapi perbedaannya tidak terlalu mencolok,” katanya.

Ada banyak jenis aksesoris yang dibuat Fitria. Mulai dari bros, kalung, gelang, dan aksesoris lainnya. Motif lilitannya pun beraneka ragam. Ada yang simpel, ada pula yang rumit. Semuanya dikerjakan Fitria dengan telaten sehingga hasilnya rapi. Tidak hanya berkutat di jenis lilitan, beberapa produk aksesoris juga dipadu dengan batu alam dan manik-manik sehingga semakin menarik.

“Ini ada juga gelang yang menggunakan batu druzy,” tambah perempuan 30 tahun ini.

Dalam sehari, Fitria bisa membuat enam hingga tujuh biji bros dengan hiasan batu alam dari Pacitan. Untuk jenis gelang yang bentuknya simpel bisa menghasilkan tiga buah per hari. Sedangkan untuk gelang yang rumit waktu yang diperlukan lebih lama yakni tiga hari untuk satu buah gelang.

“Untuk mengerjakan kerajinan yang seperti ini tidak bisa tergesa-gesa. Makanya sejak awal saya sudah memberi tahu konsumen agar sabar menunggu,” bebernya.

Fitria Dania menunjukkan produk-produk aksesoris buatannya.

Dulu Fitria pernah mendapatkan pesanan dua lusin gelang dengan motif lilitan yang rumit. Jika biasanya dia kerja sendiri, perempuan asli Tinalan ini sesekali meminta bantuan saudaranya untuk membantu membuat anyaman dasarnya. Dia juga meminta bantuan suaminya untuk memotong sisi tepi gelang agar lebih rapi.

“Untuk pekerja tambahan sistemnya lepas. Pesanan dua lusin gelang bisa saya selesaikan dalam jangka waktu 1,5 bulan,” ujarnya.

Di awal usaha, Fitria rajin membuka lapak di car free day dan pameran-pameran. Momentum itulah yang digunakan ibu satu anak ini untuk berpromosi di penjualan offline. Kini produknya semakin dikenal. Selain berjualan di rumah, dia memiliki reseller di Tulungagung dan Madiun. Selain itu, Fitria juga berjualan secara online melalui forum jual beli di media sosial.

Pesanan datang dari berbagai daerah mulai dari Surabaya, Kalimantan, hingga Merauke. Bahkan pasar Malaysia dan Singapura sudah berhasil ditembusnya. Hanya saja harga yang ditetapkan masih menggunakan kurs rupiah. “Saya kirim langsung ke negara tetangga. Mereka tahu barang saya dari forum jual beli di Facebook,” katanya.

Harga gelang dengan motif rumit dijual Rp 120 ribu per buah. Begitu pula dengan akseroris dengan hiasan batu alam. Sedangkan untuk gelang dengan lilitan yang lebih sederhana dibanderol harga Rp 25 ribu per gelang. Sedangkan gelang kaca harganya Rp 20 ribu per buah.

Tidak hanya berbahan kawat tembaga saja. Ada beberapa aksesori lain dengan tema etnik yang dijual Fitria. Ada kalung berbandul kayu, gelang kayu, hingga gelang menggunakan biji genitri. “Saya juga menerima pesanan custom. Harganya bervariasi tergantung bentuk, bahan, dan jenis aksesoris yang dipesan apa,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan Kapten Tendean, No 364, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Instagram : fitria.dania

Facebook : Fitria Dania

WhatsApp : 0812 5278 9075

Give a Comment