Bakpia Almair, Teksturnya Lembut dan Tidak Pelit Isi

Outletnya yang berada di ruas Jalan Panglima Polim, cenderung sempit. Tidak banyak ruang kosong tersedia di sana karena penuh tumpukan kardus berisi bakpia siap edar. Namun jangan salah, ratusan kardus berwarna hijau tersebut bisa habis dalam waktu singkat. Sebagian produk merupakan barang pesanan, sedangkan sebagian yang lain diperuntukkan para reseller dan sedikit stok untuk dijual di outlet sendiri.

“Kami setiap hari menyediakan stok tapi tidak banyak,” terang Doni Setiawan, pemilik Bakpia Almair.

Wajar saja jika banyak orang menyukai Bakpia Almair. Sejak kardus dibuka, aroma harum bakpia langsung menyeruak. Warnanya putih kekuningan dengan tekstur kulit yang padat namun lembut. Ketika digigit, rasa kacang hijau langsung memanjakan lidah penikmatnya. Bakpia Almair tidak pelit isi, kulitnya tipis saja.

“Bakpia hanya tahan enam hari saja karena tanpa pengawet. Tapi kalau disimpan di kulkas bisa lebih lama,” tambah pria 36 tahun ini.

Doni sebenarnya bukanlah seorang chef. Sebelumnya Doni bekerja sebagai karyawan swasta di Kota Kediri. Namun dia berangan-angan untuk membangun sendiri bisnisnya. Hingga akhirnya di pertengahan tahun 2015, bapak dua anak ini terpikir untuk membuat bakpia. “Karena waktu itu sedang ngetren bakpia untuk orang hajatan, jadi saya merasa peluangnya besar,” bebernya.

Ratusan Bakpia Almair siap edar di Kota Kediri dan sekitarnya.

Doni pun mencoba membuatnya dengan bermodalkan alat masak seadanya. Dia mencari resepnya di internet dan mencobanya sendiri secara otodidak. Untuk memanggangnya, Doni menggunakan wajan serba guna karena belum memiliki oven. Prosesnya yang rumit membuat Doni berkutat di dapur hingga malam hari.

Hasilnya pun tidak langsung memuaskan. Doni dengan ulet terus bereksperimen selama satu bulan lamanya. Hingga akhirnya dia menemukan takaran resep yang pas.

Kini usaha bakpia milik Doni semakin berkembang. Dia bahkan sudah menyewa tempat tersendiri untuk produksi dengan jumlah pekerja mencapai 30 orang. Bakpia Almair setiap hari berproduksi kecuali di Hari Minggu. Pesanan terus mengalir. Di luar itu ada banyak reseller yang siap memasarkan produknya hingga keluar kota.

“Sistemnya kita tidak nitip, mereka yang ngambil lalu dijual di tempatnya masing-masing,” tandasnya.

Doni, pemilik usaha Bakpia Almair sedang menunjukkan produknya.

Ada tiga pilihan kemasan Bakpia Almair. Untuk isi 6 per dus dijual Rp 6 ribu, isi 8 harganya Rp 8 ribu dan untuk isi 10 per dus dijual RP 9 ribu.

Doni mengaku tidak terlalu menemui kendala selama merintis usaha bakpia. Pasalnya saat itu belum banyak produsen di Kediri. Jadi persaingannya tidak terlalu ketat. Di sisi lain, Doni sangat mengutamakan kualitas produknya. Makanya para konsumen pun langsung jatuh hati terhadap produknya meski baru buka.

“Ke depannya saya ingin fokus di outlet sini saja. Belum ada rencana nambah,” ujarnya.

Outlet : Jalan Panglima Polim, No. 72, Kota Kediri

WhatsApp : 0856 4920 1490

Give a Comment