Barang Selalu Kekinian, Corner Attack Clothing Tidak Segan Cuci Gudang

Jika sedang melintas di Jalan Imam Bonjol, Kota Kediri, kita bisa menemukan sebuah toko pakaian di sisi kanan jalan tepatnya di nomor 276. Bangunan yang diberi nama Corner Attack merch ini terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah diisi berbagai jenis kaus dengan berbagai warna, dan model. Ada yang garis-garis, ada yang polosan.

Sedangkan di lantai atas, khusus untuk barang-barang fesyen dengan tema Corner Attack. Hampir semua warnanya hitam dengan motif sablon artwork lengkap dengan logo brand. Tidak hanya kaus, ada topi, tas, celana, hingga sepatu. Selain sepatu, barang-barang tersebut diproduksi oleh Faisal Rozaqy sendiri sebagai pemilik usaha.

“Untuk stok kaus kita produksi setiap hari,” beber pria 29 tahun ini.

Karena masih muda, Faisal paham selera anak-anak muda yang menyukai tren fesyen kekinian. Dia pun membidik pasar generasi milenial hingga gen Z mulai dari anak-anak komunitas, siswa sekolah tingkat SMP, SMA hingga mahasiswa. Selain senang bergaya, kalangan ini hampir selalu ada pesanan kaus baik untuk event, kaus kelas, hingga kaus organisasi.

“Peluang ini yang saya manfaatkan untuk bisa mendapatkan repeat order setiap tahunnya,” tambahnya.

Meski barang yang dijual bukan makanan, Faisal tetap menetapkan masa kadaluarsa produknya. Tidak tanggung-tanggung, dia mematok waktu enam bulan saja untuk setiap barang yang dibuatnya. Hal ini dilakukan karena tren fesyen di masyarakat sangat dinamis. Jika tidak up to date, tokonya pasti akan sepi pembeli.

“Jika sampai tiga bulan barang belum laku, kami jual sesuai harga produksi. Jadi harganya lebih miring karena kami tidak ambil laba,” bebernya.

Untuk memantau tren terkini di masyarakat, Faisal mempekerjakan anak-anak komunitas yang juga masih muda. Selain memiliki lingkup pertemanan sesuai pasar, mereka juga harus memiliki spesifikasi sesuai kebutuhan seperti desain grafis, pembukuan, marketing, dsb.

“Saya biasa turun langsung ke komunitas, cari anak-anak yang kelihatannya bisa diajak kerja. Biasanya akan ada rekomendasi dari rekan-rekan sekitarnya,” katanya.

Faisal Rozaqy, pemilik usaha Corner Attack Clothing

Selama masa kerja, Faisal memberikan target kerja yang cukup ketat. Mereka harus aktif menyetorkan konsep yang segar dan sesuai tren. Mulai dari tema, desain kaus, hingga teknis marketing dan promosi. Jika kinerjanya bagus, kontrak kerja yang semula enam bulan bisa diperpanjang. Namun jika tidak, Faisal tidak segan untuk merekrut tenaga baru yang memiliki ide-ide lebih fresh.

“Saya tetapkan kontrak berjangka untuk “anak toko”. Kalau yang bagian produksi tetap, karena tidak semua orang punya skill nyablon atau konveksi,” jelasnya.

Asalkan punya keterampilan, Faisal tidak terlalu mempermasalahkan latar belakang pendidikan maupun sosial para pekerjanya. Seperti pekerja sablonnya saat ini. Sebagian besar mereka adalah anak-anak punk. Selama mereka punya etika dan mau bekerja, Faisal tetap akan mempekerjakan mereka.

“Ini anak-anak sablon biasanya datangnya siang-siang. Tidak ada masalah asal hasilnya selesai sesuai target yang ditentukan,” tegas bapak satu anak ini.

Para pekerja sedang beraktivitas di ruang produksi

Setiap bulan Faisal biasa kulakan 5 roll kain kaus. Sedangkan untuk tas, celana dan produk lainnya diproduksi setiap dua bulan sekali. Untuk kapasitas produksinya per hari maksimal 400 kaus yang dikerjakan empat orang pekerja.

Selain menerima pesanan kaus, dia juga mendapat pesanan pakaian jadi dari instansi. Jika pesanan terlalu besar, Faisal menyiasatinya dengan meminta bantuan rekan konveksi untuk menutup target pesanan.

“Pesanan saya sebar ke rekan konveksi yang sudah saya percaya kualitasnya. Jadi konsumen tetap puas dengan hasilnya,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan Imam Bonjol No. 276, Kota Kediri

Instagram : cornerattack_catalouge, cornerattack_store

WhatsApp : 0813 8975 7155

Give a Comment