Batik Kaderman, Gunakan Berbagai Jenis Kain Sebagai Media Canting

Batik Kaderman

Sejak wabah covid-19, Batik Kaderman mengeluarkan produk baru. Ada kaus dan totebag tie dye. Ada pula totebag dengan hiasan batik tulis motif kuda lumping di bagian tengah. Item kekinian ini dijalankan oleh Hanum Amalia Qatrunnada yang masih berstatus pelajar SMA. Dia memutuskan membantu usaha batik tulis sang ibu disela-sela kesibukannya belajar daring.

“Produk tie dye ini baru kami buat tahun ini,” terang Hanum saat ditemui di kediamannya bersama sang ibu yakni Emi Mardiati.

Untuk totebag tie dye atau ikat celup dibanderol harga Rp 13 ribu – Rp 17 ribu per tas. Harga ini tergantung pada penggunaan resleting atau perekat biasa pada tas. Sedangkan untuk totebag batik tulis dijual Rp 20 ribu – Rp 25 ribu per buah. “Untuk tie dye sudah pernah kirim ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk totebag motif baru akan kami rilis sebentar lagi,” tandas gadis 18 tahun ini.

Dari produk totebag bermotif batik, Emi belajar hal baru. Ternyata teknik pewarnaan batik pada kain blacu untuk totebag dengan kain katun untuk batik berbeda. Untuk bahan yang lebih tebal, pewarna yang digunakan harus lebih kental. Jika tidak, hasil warna menjadi pudar seakan-akan produk tersebut barang lama.

“Untuk produk tie dye ini dipegang oleh anak saya sepenuhnya agar produk yang dibuat bisa masuk ke selera konsumen yang muda-muda,” tambah Emi.

Baik Kaderman
Baik Kaderman juga memproduksi totebag batik tulis dan tie dye.

Tidak hanya bereksperimen dengan produk baru, Emi sebagai pemilik Batik Kaderman juga terus mencoba media-media baru untuk batik tulisnya. Belum lama ini, dia baru saja mendapat pesanan batik tulis menggunakan kain denim.

“Dapat pesanan dari mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di Malang. Dia sempat berkunjung ke sini,” ujar Emi.

Kain denim tersebut rencananya akan dijadikan jaket. Emi sendiri hanya mendapatkan potongan kain bagian punggung untuk digambari. Dari hasil diskusi, pemesan setuju untuk digambari motif burung cenderawasih. “Kain dari pemesan, saya tinggal menggambari, mencanting, dan mewarnai,” katanya.

Batik Kaderman
Emi Mardiati, pemilik Batik Kaderman Kelurahan Dermo.

Karena belum pernah membatik di atas kain denim, Emi pun belajar dulu sebelum praktik. Kain denim yang lebarannya lebih tebal daripada kain pada umumnya cukup menyulitkan proses membatik. Jika biasanya tinggal menjiplak dengan bantuan sorot lampu, kali ini Emi harus menggunakan karbon untuk menggambar pola.

“Metode pewarnaannya juga beda. Alhamdulillah meski baru pertama kali, konsumen puas dengan hasil akhirnya,” ujar perempuan 47 tahun ini.

Karena sifatnya custom dan masih baru pertama kali, Emi hanya mematok Rp 100 ribu untuk jasa membatik di atas kain denim. Selain itu, Batik Kaderman juga menjual kain batik biasa. Untuk batik cap dijual Rp 150 rb – Rp 200 ribu per lembar. Sedangkan untuk batik tulis Rp 200 rb – Rp 350 ribu per lembar.

“Rencananya kami juga akan inovasikan batik di kaus juga. Agak nyantol-nyantol. Tapi masih kami coba,” pungkasnya.

Lokasi : Perum Griya Intan Permai Blok JD-1,2 Kelurahan Dermo, Mojoroto, Kota Kediri

Instagram : batikaderman.

WhatsApp : 0857 9030 7044

Give a Comment