Abadikan Kejuaraan Liga II, Kartiningsih Buat Motif Batik Bertema Persik

 

Sejak muda Kartiningsih hobi menggambar di atas kertas. Beberapa hasil lukisannya dipajang di ruang tamu rumahnya yang berada di Perum Griya Intan Permai, Dermo. Namun sejak bergabung dengan kelompok perajin batik, perempuan 56 tahun ini memiliki kegemaran baru yakni membuat motif batik.

Kain katun menjadi kanvas barunya. Dari sekian banyak motif yang dibuat, sebagian besar adalah hasil karya Kartini sendiri. Yang terbaru, dia membuat motif bertema Persik Kediri. Motif ini berhasil menjuarai lomba desain batik yang dilaksanakan oleh Persatuan Batik Kota Kediri (Perbakri) tahun ini.

“Dapat inspirasi karena saat itu Persik Kediri jadi juara di Liga II,” terang Kartini.

Motif bertema bola tersebut memang cukup menarik dan unik. Kartini menggambarnya di atas kain katun warna hitam. Motifnya menggunakan warna-warna cerah seperi ungu, kuning, oranye, hingga cokelat muda. Di sana ada gambar macan putih yang jadi simbol Persik Kediri, pemain bola berjersey ungu, dan bola sepak yang dikelilingi api.

“Api yang ada di bola ini melambangkan semangat dalam bermain,” bebernya.

Tidak hanya tema bola, beberapa motif buatan Kartini juga dimuat di majalah fesyen skala nasional. Dia menjadi salah satu dari tiga perajin batik se-Jatim yang terpilih. Ada motif burung merpati, kupu-kupu, dan beberapa motif cantik lainnya. “Saat itu ada program dari Bapak Kapolri untuk kalangan anggota dan Bhayangkari,” tandasnya.

Motif buatan Kartini cukup disenangi. Beberapa motif dibeli kelompok perajin Batik Dermo untuk kemudian diproduksi secara massal. Seperti motif barong yang saat ini sedang diproduksi untuk dijadikan seragam guru di sekolah sekitar Dermo.

Kain katun menjadi kanvas baru bagi Kartiningsih yang gemar menggambar.

Selain aktif membuat motif, Kartini juga aktif memproduksi kain batik secara mandiri. Dia sendiri bertugas menggambar dan mencanting. Sedangkan proses pewarnaan dibantu anak dan suaminya. Selain menjual kain batik, Kartini juga menjual sajadah batik. Bersama keluarganya, Kartini bisa membuat dua sajadah dalam dua hari atau satu kain dalam empat hari.

“Motifnya bebas sesuka saya karena biasanya untuk pameran dan dijual langsung, bukan untuk pesanan,” ungkap perempuan yang sebelumnya aktif mengajar batik ini.

Produk batik Kartini sendiri dititipkan di Koperasi Bhayangkara dan Galeri Batik Dermo. Beberapa pernah dikirim ke Bandung, dan Banten. Sisanya dijual sendiri bersama sang suami. Apalagi sebentar lagi suaminya masuk masa pensiun sehingga perlu kegiatan pengganti. “Rencananya bapak tahun depan pensiun, dia mau jualan sajadah batik karena penjualan cukup bagus,” tandasnya.

Motif barong milik Kartini akan diperbanyak untuk memenuhi pesanan seragam guru.

Untuk kain batik lasem dijual Rp 275 ribu, batik cap Rp 175 ribu, dan batik tulisnya Rp 250 ribu per potong. Harga berubah tergantung bentuk motif yang ada. Sedangkan harga sajadah batiknya dibanderol Rp 120 ribu per lembar.

Lokasi : Perum Griya Intan Permai, blok GC-22 Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Instagram : kartini0101

Facebook : Kartini Batik

WhatsApp : 0857 0688 3365, 0813 3202 1304

Give a Comment