Brownies Kering Rumah Ceria, Tidak Pelit Cokelat

brownies kering

Rumah Ceria masih satu-satunya produsen brownies kering di Kota Kediri. Meski belum ada pesaing, Dian Rohananingtyas tetap serius dalam memproduksi camilan manis ini. Produk browniesnya menggunakan cokelat jauh lebih banyak daripada tepung terigu. “Perbandingan tepung dan cokelatnya sekitar 1:10,” terang Dian.

Brownies Rumah Ceria memiliki tekstur yang unik. Kering di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Sejak toples dibuka, aroma wangi cokelat langsung menyeruak. Rasa cokelatnya pun dominan berpadu dengan rasa manis yang pas. Taburan choco chips di bagian atasnya semakin menambah kenikmatan brownies kering. Sedangkan bentuknya kecil-kecil beralaskan paper cup kue.

Soal bentuk, Dian memiliki alasan khusus. Menurutnya dulu produk brownies kering ini muncul saat ada pesanan dari salah satu konsumennya. Saat itu sang pelanggan sedang bingung memilih bingkisan untuk tamu hajatan yang murah tapi tidak umum. Dian pun memberi saran brownies kering yang relatif awet dan masih belum umum.

“Karena hajatannya sunatan, tamunya ada yang anak-anak. Jadi browniesnya pun dibuat kecil-kecil,” beber perempuan 37 tahun ini.

brownies kering
Dian Rohananingtyas sedang mengemas produk brownies kering.

Meski dominan cokelat, Dian tidak mematok harga tinggi. Perempuan kelahiran Tulungagung ini meminimalkan besaran laba karena berharap produknya bisa dijual reseller dengan harga yang pantas dan tidak kelewat mahal. Dian juga tidak mau meminimalkan biaya produksi karena bisa mempengaruhi kualitas produk.

“Saya tidak berorientasi laba dalam menjalankan usaha ini karena saya dapat manfaat lain dari kegiatan memasak yakni kesenangan,” tambahnya.

Produk brownies kering Rumah Ceria dijual dalam kemasan pouch bening, dan kotak plastik. Satu boks isi 18 brownies dijual Rp 10 ribu per boks untuk reseller. Sedangkan kemasan standing pouch isi 60 brownies harganya Rp 30 ribu per kemasan. “Produk tahan sebulan karena dalamnya tidak sepenuhnya kering,” ungkapnya.

Dian rutin produksi seminggu dua kali. Setiap produksi rata-rata menghasilkan 20 boks produk. Produk jadi tersebut biasanya untuk dikirim ke para reseller yang berada di Malang, Blitar, dan Tulungagung. “Selama pandemi cukup terdampak. Jadi sekarang juga disambi jualan makanan lain,” curhat bungsu dari empat bersaudara ini.

Selain brownies, Dian juga aktif memproduksi puding. Pudingnya menggunakan susu sehingga teksturnya lebih lembut daripada puding kebanyakan makanya dinamakan puding sutera. Harganya pun sangat terjangkau dan bisa untuk dijual kembali. “Saya cuma jual seribu rupiah. Sama seperti puding tanpa susu,” promosinya.

Selain itu, Dian juga menerima pesanan snack box dan bermacam-macam jajanan seperti risol, pastel, siomay, dan camilan lainnya. “Biasanya saya selalu merencanakan mau buat apa per harinya. Sebelum eksekusi, saya tawarin melalui grup-grup whatsApp dan instagram,” pungkasnya.

Lokasi : Bumi Asri Blok D-29, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri

Facebook : Pudding Sutera dan Pudding Sedot Ceria

Instagram : rumahceriacakecookiessnack

WhatsApp : 0822 1092 7709

Give a Comment