Buka Jatim Fair 2020, Khofifah Dorong Pelaku UMKM Semakin Melek Internet

Akibat wabah corona, sektor perekonomian tahun ini melemah. Hampir semua pelaku usaha mengeluhkan penjualan yang menurun drastis. Banyaknya penutupan fasilitas publik dan pembatasan sosial, membuat banyak orang memilih untuk melakukan aktivitas jual beli secara online.

Tema “Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi” inilah yang akhirnya diangkat dalam acara Jatim Fair 2020. Apalagi saat ini masih banyak pelaku usaha terutama skala kecil menengah yang belum sepenuhnya melek internet. Makanya dengan adanya acara ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Provinsi Jawa Timur mengatakan terobosan transformasi digital saat ini menjadi sebuah keharusan. Tidak hanya karena wabah covid-19, tetapi memang wajib dilakukan agar bisa bertahan di dunia yang semakin canggih dan serba cepat.

“Hal ini sudah diprediksi oleh Jack Ma, co-founder Alibaba saat forum WTO 2018. Di tahun 2030, 99 persen pengusaha dunia diperkirakan melakukan online trading. Mau tidak mau kita harus melakukan literasi digital agar tidak tertinggal,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Jatim Fair 2020.

Proses literasi digital ini harus segera dilakukan secara masif. Apalagi diketahui sektor perdagangan virtual memberikan kontribusi sebesar 56,94 persen dari PDRB Jatim 2019. Untuk itu, Khofifah mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan semua lembaga perbankan termasuk Bank Jatim dan Bank UMKM untuk terus mendorong pelaku UMKM Jatim agar mau dan mampu melakukan penjualan secara online.

“Kami butuh dukungan luar biasa dari semua pihak baik pemerintah maupun sektor swasta untuk bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi mendorong pelaku UMKM Jatim masuk dalam e-commerce,” tambahnya.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim memberikan sambutan dalam pembukaan Jatim Fair 2020

Untuk diketahui, Jatim Fair merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Ke-75 Provinsi Jawa Timur. Rencananya acara pameran UMKM ini diselenggarakan selama tiga hari hingga tanggal 24 Oktober besok. Jika tahun sebelumnya dilakukan full offline, tahun ini pelaksanaannya dibatasi.

Komposisi kegiatannya 20 persen offline dengan kegiatan B to B, diperuntukkan bagi undangan saja. Sedangkan 80 persennya dilakukan secara online dan bisa dikunjungi seluruh masyarakat umum dengan mengakses www.jatimfair.com. Jika pengunjung daring tertarik untuk membeli produk yang dipamerkan, bisa berbelanja melalui tautan yang terhubung dengan e-commerce Tokopedia.

Jika ingin bertanya tentang produk, pengunjung bisa berkomunikasi dengan owner melalui pesan whatsApp di nomor yang tertera di katalog. Atau bisa pula dengan mengirim direct message (DM) akun media sosial yang tertaut di laman yang saa juga tertera di katalog website. Ada setidaknya 115 peserta yang didominasi UMKM dengan jumlah stand 124 booth.

Ria Ista Dwi Lestari dari UMKM Adia Bag Kediri merasa bahagia bisa ikut pameran di Jatim Fair 2020. Menurutnya, penjualan selama new normal sudah lebih baik daripada saat awal pandemi. Dia berharap ke depannya perekonomian bisa kembali pulih dan Adia Bag bisa melakukan transaksi penjualan lebih besar.

“Sekarang sudah ada marketplace yang bisa dimanfaatkan. Jadi pembeli tidak harus datang ke toko,” pungkasnya.

Give a Comment