Cokelat Ibuke Gandeng Banyak UMKM, Ciptakan Varian Antimainstream

Rasa cokelat bar buatan Yuyun Trihandini tidak kalah dengan produk pabrikan. Bahkan ada lebih banyak varian rasa yang disediakan yakni mencapai 33 jenis. Ada yang original, cokelat isi, dan cokelat mix. Dari sekian banyak varian, ada beberapa yang unik seperti cokelat tahu kuning dan cokelat sambal pecel.

Tahu kuning yang digunakan Yuyun adalah bagian pinggiran tahu yang teksturnya krispi. Potongan tahu ini dijadikan sebagai isian cokelat. Ketika digigit, tidak ada rasa tahu. Sensasi yang ditimbulkan justru seperti menggigit cokelat isi biskuit karena kriuk-kriuk di bagian tengahnya.

Sedangkan untuk cokelat sambal pecel, Yuyun menggunakan sambal pecel oven milik Alfi Yasaroh. Bukan sebagai isian, tekstur sambal yang kering dicampur dengan lelehan cokelat. Jadi ketika mengeras, seluruh rasa sambal kacang ini terasa di setiap gigitan. Rasanya seperti memakan cokelat kacang hanya saja ada rasa-rasa pedasnya di akhir kunyahan.

Selain itu, ada pula cokelat isi madumongso, keripik pisang cokelat, rengginang cokelat, dan berbagai camilan berbahan cokelat lainnya. “Produk-produk ini merupakan kerjasama saya dengan beberapa UMKM di Kota Kediri,” terang Yuyun.

Usaha cokelat batang bermerek Cokelat Ibuke ini sudah dimulai Yuyun sejak 2014 lalu. Perempuan 39 tahun ini merasa cokelat juga harus dikembangkan sama seperti komoditas perkebunan lainnya seperti kopi dan teh. Makanya dia terus berinovasi dengan membuat produk-produk baru yang belum banyak di pasaran.

“Untuk bahan baku, saya kulakan cokelat setengah jadi dari beberapa produsen besar,” tambahnya.

Berbagai varian antimainstream dari produk COkelat Ibuke.

Selain varian berbasis produk UMKM, Yuyun juga menyediakan cokelat dengan campuran rasa lainnya. Seperti cokelat isi selai, keju, permen marble, greentea, hingga cokelat susu. Saat ini dia juga sedang mengembangkan cokelat tanpa isian yang diberi nama slim bar. Untuk isian basah, cokelat tahan tiga bulan. Namun untuk isian kering, produk bisa tahan sampai enam bulan.

“Seperti cokelat isi sambal pecel yang non oven itu saya hanya produksi berdasarkan pesanan karena daya tahannya lebih pendek daripada yang sambal oven,” beber perempuan lulusan elektro ini.

Ada banyak produsen yang jadi sumber bahan baku Yuyun karena ada banyak jenis cokelat yang digunakan. Mulai dari cokelat milk, dark, hingga white chocolate. Sebelum wabah corona, dia bisa mengolah 6-10 kg per hari. Namun ketika permintaan menurun, Yuyun lebih fokus pada pesanan.

“Sekarang juga menyediakan stok tapi tidak sebanyak dulu. Paling sus cokelat saja yang masih stabil produksinya karena peminatnya tetap banyak,” beber pengolah cokelat yang sudah tersertifikasi ini.

Yuyun Trihandini, pemilik usaha Cokelat Ibuke.

Saat ini Yuyun mempekerjakan dua orang. Untuk harga cokelatnya bar bijian dijual Rp 2 ribu. Sedangkan untuk cokelat dalam kemasan 1 kg dijual Rp 170 ribu. Sedangkan camilan seperti keripik pisang dan rengginang varian cokelat yang dikemas menggunakan standing pouch dijual Rp 12 ribu – Rp 14 ribu.

“Sus cokelat di kemasan pouch harganya Rp 15 ribu. Yang toples dengan berat 500 gram harganya Rp 45 ribu,” pungkasnya.

Selain cokelat bar, Yuyun juga sedang mengembangkan usahanya dengan memproduksi es krim cokelat dan minuman cokelat. Ada banyak varian rasanya mulai cokelat original, cokelat keju, cokelat alpukat, hazelnut, dan masih banyak lagi.

Lokasi : Jalan Agung Suprapto gang III, No. 15B Mojoroto, Kota Kediri

Instagram : cokelat_ibuke_official

Facebook : Cokelat Ibuke

WhatsApp : 0812 3367 1967

Give a Comment