Eko Hariyanto, Promosi Tenun Lewat DenJuang Band

Dia adalah ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) tenun ikat pertama di Bandarkidul, Kota Kediri. Meski sudah lama tidak lagi menjabat, pria bernama lengkap Eko Hariyanto ini tetap aktif berorganisasi. Saat ini dia menjadi ketua Industri Kecil Menengah (IKM) Kota-Kabupaten Kediri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri.

“Justru buka usaha tenun ini karena saat itu diminta menjadi ketua KUB. Sedangkan untuk menjadi ketua kelompok tenun harus punya usaha tenun,” terang Eko santai.

Meski awalnya karena “harus” punya usaha tenun, bukan berarti Eko menjalankan usahanya asal-asalan. Pria 39 tahun ini justru terpacu untuk mengelola usahanya secara profesional agar bisa bersaing dengan pengusaha tenun lainnya. Kini usaha tenun dengan label Aam Putra miliknya terus berkembang. Tidak hanya fokus pada produksi kain saja, apapun permintaan pasar diakomodasi oleh Eko.

“Ada banyak produk turunan tenun di tempat kami. Selain kain, ada pernak-pernik, masker, hingga sepatu,” tambahnya.

Produk Aam Putra berupa masker berbahan baku kain tenun ikat.

Sejak didaulat menjadi ketua KUB Tenun Ikat Bandarkidul pada tahun 2015-2018, Eko mengikuti berbagai pelatihan yang digelar pemerintah. Salah satunya adalah kampung digital yang sempat digagas Telkom Kediri. Namun karena kurangnya partisipasi aktif dari pelaku usaha yang lain, pengembangan kampung tenun berbasis digital tidak berjalan lancar.

“Kita diajari buat media sosial dan website untuk merambah pasar online. Tapi karena saya jalan sendirian jadi ya programnya tidak jalan sepenuhnya. Hanya Aam Putra yang konsisten menerapkannya,” tandasnya.

Saat ini Eko mempekerjakan sekitar 15 orang sebagai karyawan tetap. Jika sedang mendapat pesanan besar, Eko tidak segan merekrut tenaga pekerja lepas untuk memenuhi target produksi. “Jadi tempat usaha kami menyerap cukup banyak tenaga kerja lokal,” bebernya.

Selama pandemi, usaha tenun Eko ikut terdampak. Meski demikian, pria yang gemar bermain musik ini tidak ingin larut dalam suasana depresi. Bersama dengan enam orang rekannya, Eko membentuk grup band. Semuanya adalah teman-temannya semasa SMP. “Meski kawan lama, kita masih sering ngopi bareng. Jadi masih tetap nyambung,” tambahnya.

Band yang dibuat Eko dkk diberi nama DenJuang. Eko sendiri mendapat posisi sebagai pemain perkusi. Lagu-lagu beraliran Pop-Jawa karya mereka kini telah diunggah di akun youtube dan telah ditonton lebih dari 8 ribu kali. Saat ini sudah ada dua single lagu yang mereka buat. Semua prosesnya mulai dari pembuatan lirik, nada, hingga video official-nya dilakukan sendiri dengan menggunakan kamera ponsel.

“Selain menghindari stress, kita punya karya. Kemarin sempat mendapat apresiasi dari walikota,” ujarnya bangga.

Semakin aktifnya Eko di dunia maya, membuat pria ini semakin mudah memasarkan produknya. Kini dia tidak perlu meminta bantuan rekan seniman untuk endorse produk Aam Putra. Dia sendiri bisa melakukannya secara mandiri melalui karya-karya DenJuang.

“Pemain dalam video klip saya minta pakai produk saya. Jadi sekarang tidak perlu minta bantuan endorse. Justru teman-teman pengusaha lain yang ganti minta bantuan promosi ke saya,” pungkasnya senang.

FB : Aam Putra

IG : aam_putra_tenun

WhatsApp : 0852 3522 3459

Give a Comment