Jus Segar Mak Nik, Varian Jambu Bijinya Diburu Saat Wabah Demam Berdarah

 

Bagi Ninik Yuniarti, konsumen adalah keluarga. Ketika membuat jus segar, dia sangat hati-hati seakan-akan yang mengonsumsinya adalah orang-orang terdekat yang dicintainya. Makanya rasa jus buahnya sangat digemari masyarakat. Selain menyegarkan, rasa manisnya tidak berlebihan karena hanya mengandalkan rasa dari buah itu sendiri.

“Saya beri gula tapi sangat sedikit. Kalau pembeli mau pesan yang tanpa gula juga bisa,” terang Ninik.

Dulu perempuan 54 tahun ini mencoba semua jenis buah untuk dijadikan jus. Namun tidak semua disukai karena ada beberapa karakter buah yang tidak cocok untuk dijus. Seperti apel atau buah pir yang warnanya berubah setelah beberapa lama. Makanya dia kini fokus di tiga jenis buah saja yakni sirsak, jambu biji, dan mangga.

“Tiga buah ini yang paling awet. Tidak mudah berubah rasa maupun warna, dan yang pasti banyak yang suka,” bebernya.

Ninik tidak banyak menyetok baik bahan maupun produk jadinya. Pasalnya bahan baku buah tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Begitu juga dengan jus segarnya. Meski disimpan di dalam lemari pendingin, pemilik merek Mak Nik ini memilih memproduksi jus hampir setiap hari.

“Sehari setidaknya ada stok 10-20 botol saja. Jadi produk bisa langsung habis dalam sehari, maksimal dua hari,” tegasnya.

Ninik Yuniarti sedang asyik membuat jus segar Mak Nik di kediamannya.

Meski Ninik tidak menyimpan buah-buahan, dia tidak khawatir kehabisan stok buah segar. Menurutnya buah sirsak dan jambu biji pasokannya melimpah dan pasti ada di pasaran. Ibu tiga anak ini bahkan tetap bisa memilih buah yang berkualitas karena ada banyak penjual buah di pasar langganannya.

“Saya biasa kulakan di Pasar Setonobetek. Tinggal milih saja karena banyak penjual di sana,” tandasnya.

Sedikit berbeda dengan mangga. Karena musiman, Ninik menyadari jika pasokannya tidak selalu ada. Jika sedang kosong, mau tidak mau Ninik harus membatalkan pesanan atau diarahkan untuk memilih buah lainnya. Namun jika masih ada barang, dia akan mengusahakannya sebisa mungkin. “Hanya saja harganya sedikit berbeda, dan ada risiko rasanya sedikit asam karena ada mangga mudanya,” katanya.

Sejauh ini Ninik menerima pesanan perorangan. Belum lama ini dia menerima pesanan dari orang Depok yang mengadakan acara nikahan di Kediri sebanyak 400 botol jus. Sedangkan pesanan paling sedikit dibatasi minimal 10 botol. “Kalau mau beli eceran, bisa langsung datang ke rumah karena sedia stok,” ungkapnya.

Ninik Yuniarti menunjukkan produk-produk jus segarnya. Varian jambu biji paling diburu saat wabah demam berdarah.

Selain untuk acara hajatan maupun acara keluarga, jus segar khususnya varian jambu biji merek Mak Nik diburu masyarakat ketika ada wabah demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya jambu biji diketahui bisa meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Jadi sangat baik dikonsumsi para penderita DBD selama masa penyembuhan. Mereka rela datang ke rumah Ninik yang berada di Kelurahan Kampungdalem gang VI untuk mendapatkan beberapa botol jus jambu biji.

Semua jenis jus dikemas dalam botol bening ukuran 330 ml. Harganya Rp 7 ribu. “Untuk pesanan dalam jumlah besar, bisa dinegosiasikan harganya. Bisa lebih murah tapi kekentalannya sedikit berbeda,” tandasnya.

Selain jus segar, Ninik juga menerima pesanan katering dan sambal kemasan. Ada sambal ijo dan sambal terasi siap saji yang hanya tahan dalam jangka waktu sebulan saja karena tanpa pengawet. “Saya juga produksi sermier dan sambal goreng kentang. Tapi dibuat saat ada pesanan saja,” pungkas perempuan yang juga berjualan bunga anggrek ini.

Lokasi : Kelurahan Kampungdalem, gang VI/8, Kota Kediri.

WhatsApp : 0813 5722 6777

Intagram : camilanmaknik

Give a Comment