Kecakot Clothing, Mengajak Masyarakat Guyon Lewat Kaus

“Saya posting desain kaus saya di BBM (blackberry massanger, red) kok laku. Sejak saat itu saya mulai mencoba bisnis kaus buatan sendiri,” terang Hadianto.

Begitulah titik balik kehidupan seorang Hadianto, pemilik usaha “Kecakot Clothing”. Selama empat tahun terakhir, pria asal Kelurahan Kemasan, Kota Kediri ini menggeluti dunia fesyen. Kini usahanya semakin berkembang bahkan telah memiliki 20 reseller yang secara aktif berjualan di media sosial baik facebook maupun instagram.

“Saya terima orderan dari para reseller ini. Mereka yang aktif promosi dan menggaet konsumen,” tambahnya saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri.

Hadianto, pemilik usaha kaus sablon “Kecakot”

Sebelum ini, Hadi bekerja sebagai sales di Kediri. Selama sepuluh tahun bekerja, pria 40 tahun ini merasa jenuh karena tidak ada kemajuan di dalam karirnya. Dia sempat mencoba menjadi reseller sandal namun ternyata respon pasar tidak terlalu bagus. Di saat itulah dia mencoba menggali potensi lainnya yakni mendesain kaus.

“Awalnya saya mendesain itu karena ada teman yang minta dibuatkan. Tapi dia tidak cocok dengan hasilnya, tidak jadi dibeli. Iseng-iseng saya posting ternyata banyak yang suka,” bebernya.

Bukannya senang, Hadi malah bingung ketika desainnya laku. Pasalnya dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara membuat kaus custom. Dia pun bertanya kepada rekan-rekannya kemana harus beli kain, tukang jahit, dan tukang sablonnya. Ujung-ujungnya, dia malah merugi karena biaya pembuatannya lebih mahal daripada harga jual yang sudah dia tentukan ke pembeli.

“Waktu itu belum paham bahan dan harga-harganya. Yang penting pesanan ini dibikinkan dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski rugi, dia mencoba kembali memposting hasil desainnya. Dan ternyata laku terus. Hadi pun tanpa ragu menggandeng rekan-rekannya yang lebih dulu berkecimpung di bidang konveksi. Hadi sendiri membuat selebaran yang berisi daftar harga untuk setiap desain yang dibuatnya.

“Saya sebarkan ke sekolah-sekolah karena sekalian ngantar anak,” jelas bapak dua anak ini.

Hampir tiga tahun lamanya Hadi berbisnis sablon melalui kerjasama. Selama itu dia terus mengamati bagaimana menjalankan usaha konveksi. Hingga akhirnya dia pun memulai usaha secara mandiri di tahun 2016 dengan mempekerjakan dua orang. Sayang waktu itu dua pekerja yang direkrut memiliki kinerja yang tidak sesuai harapan.

“Pekerja saya hentikan, saya minta temen ngajari nyablon. Saya terus belajar sambil tetap buka orderan,” tandasnya.

Kini Hadi sudah mantap membuka usaha secara mandiri tanpa pekerja. Dalam prosesnya, dia dibantu putranya yakni Aditya Firmansyah yang baru lulus SMK. Tempat usahanya pun cukup sederhana yakni memanfaatkan ruang tamunya untuk berproduksi. Ada sekitar enam meja sablon di sana lengkap dengan jajaran tinta sablon dan screen-nya. Di sisi lainnya terdapat etalase yang berisi kaus-kaus yang terlipat rapi dan sudah terbungkus plastik bening.

“Dulu screen cuma satu, ini sudah ada 13. Rencananya mau nambah lagi,” ungkapnya.

Aditya Firmansyah, putra Hadi, sedang membersihkan screen sablon sebelum digunakan kembali

Kaus-kausnya cukup kekinian, unik, dan menggelitik. Ada banyak tulisan-tulisan “nyentrik” yang bisa membuat pembacanya tersenyum. Seperti “Tukang Maido”, “Lamis”, hingga ajakan-ajakan social distancing dalam bahasa jawa. “Isi tulisan-tulisannya kita buat tema “Jowo Guyon”,” tandasnya. Rata-rata bahan kaus yang digunakan jenis cotton combed 30 s dengan banderol harga mulai Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per kaus.

Setiap harinya Hadi biasa memproduksi selusin kaus. Ke depannya dia ingin mengembangkan usahanya dengan membuka galeri. Selama ini dia berproduksi hanya berdasarkan pesanan saja. Jadi ketika ada pengunjung luar kota yang datang dadakan dan ingin mencari oleh-oleh, tidak bisa dilayani. Lahan sewa sudah didapatkannya yakni di dekat kantor Kecamatan Kota Kediri.

“Nanti rencananya saya akan mempekerjakan anak-anak karang taruna tapi harus dikelola secara profesional,” pungkas pria yang aktif karang taruna ini.

Lokasi : Jalan Panglima Polim No. 51B Kelurahan Kemasan, Kota Kediri

Instagram : kecakot.sablon

Give a Comment