Kerajinan Kayu Growood, Terima Pesanan Home Decor Hingga Furnitur

Rizal Kurniawan tidak memerlukan tempat yang luas untuk menjalankan usaha kerajinan kayunya. Dia hanya memanfaatkan satu ruangan dekat balkon lantai dua rumahnya. Di sana ada banyak kayu-kayu berserakan. Beberapa produk yang sudah jadi dipajang di dinding-dinding ruang kerjanya.

Ada yang berbentuk foto di atas material kayu, jam dinding, hingga lukisan phyrography yang estetik. Produk transfer foto inilah yang menjadi produk awal Rizal saat memulai usahanya. Saat itu dia masih berstatus mahasiswa di Malang. Dia berharap produknya tersebut bisa mendapatkan pembeli karena cukup umum di kalangan mahasiswa.

“Saya terinspirasi teman saya. Dia mendapat banyak pesanan dari sesama mahasiswa untuk kado wisuda atau ulang tahun,” terang Rizal saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Bandarkidul.

Namun ternyata Rizal justru kesulitan di proses produksi karena keterbatasan alat. Usaha ini kemudian kembali ditekuni pasca pria 25 tahun ini lulus dan kembali pulang kampung. Apalagi setelah lulus, dia tidak langsung mendapat kerja. Berbagai usaha berbasis kerajinan dilakoninya demi mendapatkan penghasilan.

“Awal tahun 2017 saya mulai usaha ini bersama teman. Kita buat akun instagram untuk menjaring pesanan,” beber lulusan otomotif Universitas Negeri Malang ini.

Ternyata respon pasar cukup bagus. Banyak pesanan yang masuk. Rata-rata memesan produk transfer foto. Namun seiring berjalannya waktu, Rizal sadar akan kekurangan produknya. Jika sudah lama, elemen kertas foto yang sebelumnya menyatu dengan kayu kembali mengelupas.

Produk pesanan berupa jam dinding sekaligus stiker foto pemesan.

Makanya kini Rizal memperbaiki produknya dengan menggunakan stiker bening. Menurutnya hasil tempelannya lebih tahan lama dan lebih rapi. Selain itu, mereka juga merambah ke barang-barang home décor seperti jam dinding berbahan kayu, pajangan artwork hingga pesanan furnitur kekinian.

“Kalau lukisan phyrography ini saya kerjasama dengan teman yang bisa menggambar pakai solder. Sistemnya pekerja lepas kalau ada pesanan saja,” beber pemilik usaha bernama Growood ini.

Rizal menggunakan bahan baku dari limbah kayu palet. Sudah ada beberapa pabrik langganannya yang menyediakan jenis kayu jati belanda yang biasa digunakannya. AKhir-akhir ini semakin banyak orang yang menggunakannya. Rizal pun harus berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

“Harus dulu-duluan. Tapi harganya masih terjangkau,” katanya.

Untuk harga produk, Rizal menetapkan harga mulai Rp 75 ribu – Rp 125 ribu. Varian ukurannya 20×20 cm sampai 30×40 cm. Di atas ukuran tersebut, dikenakan biaya lebih besar karena print stiker maksimal ukuran A3. “Saya tidak mengambil biaya besar untuk desain stiker. Harga lebih ke biaya bahan sama print stiker saja,” ungkapnya.

Ke depannya, Rizal masih ingin bereksplorasi dengan membuat barang-barang yang masih belum banyak diproduksi. Rencananya dia ingin membuat skuter dari kayu dan jam tangan berbahan kayu. Untuk talinya dia sudah berencana menggandeng pemilik usaha Sekenples yakni usaha tali paracord.

“Sekarang masih menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan dulu,” tandasnya.

Lokasi : Kelurahan Bandarkidul gang 2/No. 7, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Instagram : growood.id

Facebook: Rizal Kurniawan

WhatsApp : 0815 7413 4546

Give a Comment