Keripik Beluntas “Crees Crees”, Camilan Nikmat Sekaligus Sehat

Belasan tahun kerja di perusahaan retail tidak membuat Ika Anita Sari gagap saat menjalani kehidupannya pasca di-PHK. Mantan marketing Pasaraya Sri Ratu ini langsung banting setir menjadi wirausaha. Salah satu usaha yang dirintisnya saat ini adalah produksi keripik beluntas homemade.

“Sudah dua tahun ini berjalan,” terang Anita ketika ditemui di rumahnya di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Keripik beluntas dengan merek “Crees Crees” sebenarnya bukanlah produk pertama yang dicoba Anita. Sebelumnya perempuan 50 tahun ini mencoba berjualan es krim yang dibuatnya sendiri. Namun Anita harus menyerah sebelum usahanya berkembang karena keterbatasan alat simpan.

“Di awal-awal usaha, saya sering ikut pameran. Kalau malam kan semua listrik dimatikan. Produk saya rusak duluan karena freezer-nya juga mati,” curhatnya.

Makanya Anita pun mencoba mengganti usahanya dengan berjualan keripik karena memiliki masa simpan lebih lama. Sebenarnya ada banyak pilihan jenis keripik yang bisa dijual dan cukup diminati masyarakat. Seperti keripik pisang, keripik tempe, atau stik tahu. Namun Anita justru tertarik dengan beluntas karena belum banyak yang membuatnya.

“Justru tertantang membuat keripik beluntas walaupun belum umum di pasaran,” tandas ibu empat anak ini.

Bahan bakunya cukup mudah didapatkan dan harganya murah. Anita biasanya mendapatkannya di Pasar Gudang Garam, Pasar Pahing dan Pasar Setonobetek. Jika pas kehabisan, perempuan asli Banjaran, Kota Kediri ini cukup memanen tanaman beluntas milik kenalannya di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

“Pas awal-awal saya bilang mau beli beluntasnya. Tapi sama pemiliknya dipersilahkan ngambil sepuasnya gratis karena kebun beluntasnya luas,” ujarnya sambil tertawa.

Beluntas sendiri adalah tanaman pagar yang daunnya bisa dikonsumsi. Biasanya orang mengolahnya menjadi bothok. Meski terkesan tanaman liar, beluntas memiliki banyak khasiat yakni bisa mengobati demam dan gangguan pencernaan. Baunya yang khas dan wangi juga dipercaya bisa mengurangi bau badan bagi pengonsumsinya.

“Walaupun baunya wangi, pasti ada orang yang tidak suka jika dijadikan makanan. Makanya baunya saya hilangkan,” katanya.

Ada perlakuan khusus yang dilakukan Anita ketika mengolahnya. Pertama pilih daun-daun mudanya lalu cuci. Setelah itu rendam daun beluntas ke dalam rendaman khusus berisi rempah-rempah untuk menghilangkan rasa getir dan baunya.

“Tipsnya, pilih daun yang benar-benar muda. Kalau sudah mulai agak tua ada rasa pahitnya,” jelasnya gamblang.

Setelah direndam, daun baru dimasukkan ke dalam adonan tepung kemudian digoreng. Keripik yang sudah matang ditiriskan dan dikeringkan semalaman agar kadar minyaknya berkurang. Anita pernah menggunakan spinner untuk proses pengeringan namun hal tersebut justru membuat keripiknya remuk. Pasalnya keripik beluntas secara tampilan hampir sama dengan keripik bayam yang tipis dan rapuh.

Ika Anita Sari memperlihatkan keripit beluntas buatannya yang telah dikemas dengan rapi.

Anita pun sharing dengan sesama pengusaha keripik dan mendapatkan tips mengeringkan keripiknya menggunakan kertas merang. Hasilnya cukup bagus dan renyah. “Ke depannya pengen coba menggunakan minyak padat. Katanya lebih bagus lagi untuk goreng keripik,” jelasnya bersemangat.

Tidak hanya fokus pada kualitas keripiknya saja, Anita juga sangat memperhatikan kemasannya. “Crees Crees” saat ini sudah menggunakan kemasan aluminium foil berbentuk standing pouch. Tampilannya yang kekinian sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Untuk keripik dengan berat 50 gram harganya Rp 7 ribu. Sedangkan keripik dengan berat 75 gram dijual Rp 12 ribu,

“Produk saya titipkan di pusat oleh-oleh di Kandat, Kabupaten Kediri. Konsumen juga bisa membelinya lewat pesan WhatsApp,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan PK Bangsa No 18 A, Banjaran Kota Kediri

WhatsApp : 0812 3406 127

Give a Comment