Keripik Sale Kembang Wijaya, Manisnya Asli Dari Pisang

keripik sale kembang wijaya

“Saya sudah tiga tahun membandingkan berbagai jenis pisang dan ternyata yang paling enak pisang tanduk dari Blitar,” terang Gito Supriono, pemilik usaha keripik sale pisang Kembang Wijaya.

Menurut Gito ada tiga wilayah sumber pisang tanduk yang ada di pasar Kota Kediri. Ada pisang Blitar, Tulungagung, dan Malang. Meski jenis pisangnya sama, pisang tanduk asal Blitar memiliki rasa paling manis, teksurnya padat, dan mengandung tepung lebih banyak. Kualitas inilah yang membuat pria 51 tahun ini memilih pisang tanduk asal Blitar sebagai bahan baku produknya.

“Saya bisa membedakannya karena suka ngemil keripik sale pisang dan sudah saya coba semua jenis pisang. Jenis ini yang paling cocok untuk diolah menjadi keripik sale,” tambahnya.

Gito sendiri sudah merintis usaha keripik sale pisang sejak tahun 2005 lalu. Dia termasuk yang pertama memproduksi camilan ini di Kota Kediri sebelum banyak pelaku usaha sejenis saat ini. Sudah banyak pelanggan maupun resellernya. Untuk toko oleh-oleh di sekitar Kota Kediri mencapai 15-20 reseller. Sedangkan pembelinya tersebar di lokal Kediri, Medan, Bali, hingga Taiwan dan Amerika.

“Konsumen yang beli langsung ke sini ada yang perorangan, ada pula yang instansi,” tambahya.

Gito bersama istrinya yakni Nurul Kotipah setiap hari memasok produk jadi ke seluruh reseller yang kehabisan stok. Konsumsi paling ramai biasanya saat hari raya yakni mencapai 10-12 kuintal dalam sebulan. Bahkan pasangan suami istri kerap mendapat omelan konsumen karena sering kehabisan stok.

“Dikira kita tidak niat buka usaha karena barang sering habis. Padahal memang penjualan sedang banyak sampai kehabisan stok,” tambah Gito.

Sebenarnya ada banyak jenis pisang di pasaran. Namun Gito konsisten menggunakan satu jenis pisang tanduk saja yang menurutnya paling enak. Di luar itu dia tidak mau mengolahnya karena bisa mengubah ciri khas produk keripik sale Kembang Wijaya yang sudah dibangunnya.

“Kalau jenis pisang yang saya butuhkan tidak ada, ya saya libur produksi. Kalau pas ada banyak, langsung saya borong,” katanya.

Pisang yang dibeli Gito pasti memiliki tingkat kematangan yang berbeda. Makanya proses pengolahannya pun bertahap. Biasanya dari lima atau enam tundun pisang, separuhnya masih harus menunggu sehari-dua hari untuk diolah. “Matangnya harus pas biar hasilnya bagus,” jelasnya.

keripik sale kembang wijaya
Keripik sale Kembang Wijaya memiliki tekstur renyah, tidak alot, dan manisnya asli dari pisang.

Menurut Gito tidak ada yang special di proses pengolahan pisang. Dia tidak menggunakan bahan apapun ketika menggorengnya termasuk gula. Makanya rasa manisnya tidak berlebihan karena murni berasal dari rasa pisang itu sendiri. Untuk keripik sale pisang yang dikemas per 200 gram dijual Rp 10 ribu.

“Banyak yang langsung ke sini (rumah, red) untuk membeli produk,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan PB Sudirman, Gg.II No. 22, Kota Kediri

WhatsApp : 0857 3226 1761

Give a Comment