Keripik Sania Jaya, Gunakan Bahan Baku Pisang Kepok Pilihan

Sebagian besar keripik pisang yang beredar di pasaran terbuat dari pisang tanduk. Namun yang dibuat M. Zainal Aris justru berasal dari pisang kepok. Rasa produknya tidak kalah. Teksturnya renyah dan rasa manisnya pas. Sangat memanjakan mulut penikmatnya. “Saya usaha keripik pisang karena suka ngemil. Daripada beli mending buat sendiri,” terang Zainal.

Pria 44 tahun ini mulai aktif membuat sendiri keripik pisang pada tahun 2018 lalu. Namun saat itu dirinya masih nyambi sebagai pekerja pabrik di bagian mekanik. Namun akibat pandemi, kontrak kerja Zainal tidak lagi diperpanjang. Dia pun memutuskan untuk mendalami usaha keripik pisang yang sudah lama dilakoninya.

“Dulu buat dan dijual secukupnya. Sekarang bisa fokus di usaha ini,” tambahnya.

Jika kebanyakan produsen keripik pisang menggunakan pisang tanduk, Zainal tetap percaya diri memproduksi keripik berbahan pisang kepok. Pasalnya harga pisang tanduk relatif fluktuatif karena buahnya bersifat musiman. Karena harganya yang tidak menentu, Zainal kesulitan menentukan harga produknya.

“Yang jadi masalah kalau harga pisang tanduk tinggi. Kalau saya menaikkan harga produk, konsumen pasti keberatan,” beber pria asli Banyakan ini.

Daripada risiko ditinggal pelanggan, Zainal memutuskan untuk menggunakan pisang kepok sebagai bahan baku. Toh kualitasnya sama bagusnya asalkan proses pembuatannya benar dan rasanya sesuai selera masyarakat. “Pisang yang bagus itu pisang kepok, raja nangka, dan tanduk. Pisang kepok harganya paling stabil, rasanya juga lebih gurih,” katanya.

Pisang kepok juga sangat cocok untuk penderita diabetes dan orang yang diet karena rendah lemak dan gula. Ada banyak serat di dalamnya sehingga sangat bermanfaat bagi pencernaan. Kandungan kaliumnya yang tinggi dapat mengurangi ketegangan dan potensi penyumbatan pembuluh darah.

Zainal mendapatkan bahan baku dari Pasar Grosir Ngronggo. Biasanya dia membuat keripik sebanyak 3 hingga 4 kali per bulan. Sekali produksi, bapak dua anak ini mengolah hingga lima tundun pisang. Meski masih belum ada pekerja, Zainal sudah punya mesin potong dan spinner. Dua alat tersebut dibuatnya sendiri.

“Yang lama di proses onceknya (menguliti, red) karena harus satu-satu. Kalau proses lainnya relatif cepat apalagi saya dibantu istri,” ungkapnya.

Bahan baku Keripik Pisang Sania Jaya menggunakan pisang kepok pilihan

Meski masih mengandalkan penjualan offline, respon konsumen terhadap produk keripik merek Sania Jaya ini cukup baik. Zainal setiap bulan rutin menyetok produk baru di beberapa toko yang menjadi resellernya. Dia hanya menyetok sedikit produk di rumahnya karena lokasinya berada di dekat tanah lapang dan masuk gang.

“Jarang ada yang beli langsung di rumah. Karena kanan-kiri tidak ada rumah,” terang Zainal saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Rencananya, Zainal ingin meningkatkan penjualan dengan berjualan keliling menggunakan gerobak. Dia juga saat ini sedang mengembangkan produk baru berbahan baku singkong. Ada yang dibentuk keripik manis, ada pula yang diolah menjadi keripik kering rasa gadung. Rasa dan teksturnya persis keripik gadung namun bahannya dari singkong.

“Kalau gadung kana da efek gatal kalau ngolahnya tidak tepat. Kalau ini bebas dari gatal. Ini sudah mulai diproduksi,” ujarnya.

Produk keripik pisang milik Zainal tahan sampai 5 bulan. Produk dalam kemasan 250 gram dijual Rp 13 ribu untuk reseller dan Rp 16 ribu untuk konsumen langsung. Reseller juga membeli los Rp 50 ribu per kg. Sedangkan untuk keripik singkong rasa gadung dijual Rp 5 ribu per 75 gram.

Lokasi : Kelurahan Lirboyo RT 3/RW 1, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri

(belakang Soto Ayam Pak Yasin Lirboyo)

WhatsApp : 0856 5584 9509

Give a Comment