Wibisono Handmade, Produksi Kotak Hantaran dan Suvenir Nan Elegan

Ada beberapa kotak-kotak cantik yang terpajang di ruang tamu rumah Dwi Agustiningsih, salah satu pelaku UMKM binaan Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri. Ada yang transparan berbahan mika, ada pula yang berpotongan rendah berbalut kain warna-warni. Kotak-kotak tersebut biasa digunakan sebagai hantaran lamaran, kotak mahar nikahan, hingga bungkus perhiasan dan suvenir.

“Saya membuatnya berdasarkan pesanan karena setiap konsumen pasti kebutuhannya berbeda-beda. Tergantung jenis acaranya,” terang Dwi saat ditemui di rumahnya di Jalan Kawi No. 48, Mojoroto, Kota Kediri.

Untuk kotak hantaran, Dwi menggunakan perpaduan karton tebal di bagian alas dan mika bening di bagian atasnya. Setiap lipatannya sangat rapi. Tidak ada bekas tempelan pada mikanya karena Dwi menggunakan lem. “Kalau pakai double tape, lebih mudah tapi ada bekasnya. Kalau pakai lem lebih rapi, tapi harus dua orang agar tempelan tidak geser saat masih basah,” terangnya.

Agar lebih menarik, bagian sudut atas kotak mika diberi hiasan pojok emas. Sedangkan lapisan bagian alasnya, Dwi menggunakan berbagai jenis kain. Ada yang menggunakan kain spunbond emboss, kain beludru hingga kain tenun. Penggunaan jenis kain berikut motif dan warnanya disesuaikan dengan selera konsumen.

Khusus untuk lapisan kain tenun, Dwi meminta konsumennya menyediakan bahan kainnya secara mandiri. Pasalnya tidak banyak orang yang mau menggunakan lapisan kain tenun. Biasanya kotak berbalut kain tenun ini digunakan untuk bungkus wire jewelry atau aksesoris dengan aksen etnik.

Apalagi harga kain tenun sendiri mahal dan tidak banyak yang dibutuhkan untuk satu unit kotak. “Jadi sangat tidak efisien jika saya yang menyediakan,” tambah perempuan 37 tahun ini.

kotak hantaran dan suvenir
Dwi Agustiningsih menunjukkan salah satu kotak suvenir buatannya.

Tidak hanya aneka kotak hantaran saja, Dwi juga bisa membuat hiasan dan isi hantaran yang unik dan menarik. Pasalnya dulu dia pernah mengikuti pelatihan yang diselenggaran Dinas Koperasi dan UMKM Pemkot Kediri. Makanya kini dia berani menerima pesanan untuk hantaran dan suvenir nikahan.

“Saya belajar otodidak. Sesekali ikut pelatihan. Kalau inspirasi bentuk dan hiasan muncul saat jalan-jalan,” tandasnya.

Dalam sehari, Dwi bisa membuat tiga kotak mika besar dan selusin kotak suvenir yang berukuran kecil. Meski demikian, untuk pemesanan diharapkan tidak terlalu mepet dengan hari-H karena menyesuaikan dengan jadwal antrian. Sejauh ini pesanan masih sekitar Kota Kediri karena promosinya sebatas getok tular.

Kotak hantaran dan suvenir
Dwi Agustiningsih sedang melapisi alas karton kotak hantaran dan suvenir menggunakan kain spunbond emboss dengan sangat rapi.

Untuk kotak mika berukuran 30x35x30 cm dibanderol Rp 90 ribu. Kotak ini biasanya untuk tempat mukena mahar atau seserahan lamaran. Sedangkan kotak dengan ukuran 11x11x3 cm dijual Rp 50 ribu. “Harga di saya tidak kaku. Bisa dikomunikasikan sesuai dengan budget pemesan,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan Kawi No. 48, Mojoroto, Kota Kediri

WhatsApp : 0852 3209 7677

Give a Comment