Madu Arrayana, Sesekali Ajak Konsumen Panen Langsung

Kata “murni” pasti tersemat pada kemasan produk madu. Namun kata itu bagi konsumen kerap dianggap sebagai kata-kata “pemanis” saja. Nyatanya tidak banyak produk madu yang benar-benar murni meski ada klaim “murni” pada kemasannya. Ditambah lagi banyak konsumen yang belum bisa membedakan antara madu murni dan tidak.

Untuk membangun kepercayaan konsumen terhadap produk madu Arrayana, Silfia Ferdiana menerapkan metode khusus. Caranya yakni dengan mengajak para konsumen berwisata panen madu secara langsung di peternakan lebah yang dikelolanya. “Kami kan punya grup pelanggan. Di sana kita infokan untuk konsumen yang ingin “menengok” langsung peternakan lebah kami,” terang Silfi, pengusaha madu asal Sukorame, Kota Kediri.

Usaha madu Arrayana sendiri dirintis Silfi sejak tahun 2015. Awalnya ada salah satu anggota keluarganya yang sakit dan sering keluar masuk rumah sakit. Selain berobat, pihak keluarga mencoba berikhtiar dengan mengonsumsi madu. Selain mengobati, madu juga berguna untuk meregenerasi sel.

“Ikhtiar kami membuahkan hasil. Yang bersangkutan kini jadi jarang sakit, paling hanya batuk pilek,” tambahnya bersyukur.

Sebagai bentuk syukur, Silfi tergerak untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah kesehatan. Dia memproduksi sendiri madu asli. Perempuan 41 tahun ini pun menggandeng para peternak lebah asal Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Sistem budidayanya dengan berpindah-pindah tempat. Hal ini ditujukan agar madu yang dihasilkan berkualitas dan berkuantitas tinggi.

“Sekarang mereka sedang berada di Lamongan karena di sana masih banyak lahan bebas. Kalau di sini terbatas,” bebernya.

Madu yang diproduksi Silfi tidak spesifik jenis tertentu. Pasalnya dia memanfaatkan semua jenis bunga yang tersedia di alam mulai dari bunga kaliandra, bunga mangga, hingga bunga-bunga yang ada di hutan. Makanya jenis madunya pun berganti-ganti sesuai dengan jenis nektar yang dihisap lebah.

“Kami sediakan beragam jenis madu. Tidak spesifik madu tertentu,” tandasnya.

Sekali panen, Silfi berhasil mendapatkan 2-3 jeriken madu dengan berat masing-masing 40 kg per bulan dari tiga peternak. Kadang bisa panen kurang dari sebulan ketika sedang banyak bunga yang mekar. “Kami murni dari nektar bunga, tidak ada campuran apapun,” tegasnya.

Pekerja sedang melakukan proses pengemasan madu Arrayana.

Meski tidak langsung menjalankan sendiri proses budidayanya, Silfi ikut belajar teknis budidaya lebah agar dia tahu seperti apa proses yang benar. Hal ini untuk meminimalisasi potensi kecurangan yang mungkin dilakukan peternaknya. “Peternak lebah kami sangat profesional, tapi tetap sebagai pemilik saya juga harus tahu teknisnya seperti apa,” katanya.

Tidak hanya menjual madu murni, Silfi juga mengeluarkan berbagai jenis produk olahan madu. Ada madu pahit yang sudah dicampur herbal yang berguna sebagai obat. Ada minuman segar dari madu, hingga skincare dan kosmetik. Dua produk ini bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri di Malang.

“Jadi kami sediakan bahan bakunya. Mereka yang melakukan proses pembuatan sesuai standar operasional prosedur yang benar,” ungkapnya.  

Silfi menjual produknya melalui penjualan offline dengan membuka toko dan juga secara online melalui media sosial, e-commerce hingga website. Penjualannya sudah menyebar hingga Bogor, Jakarta hingga Kalimantan.

Berbagai jenis varian produk madu Arrayana.

Produk madu hutan, madu kaliandra, nektar bunga, lanceng, madu sarang dijual dengan beragam harga. Mulai kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 230 ribu dengan dengan berat kisaran 250 gram sampai 1 kg. Untuk royal jelly dengan berat 100 gram dijual Rp 195 ribu. Untuk produk olahan seperti madu pahit hingga kosmetik dijual dikisaran harga Rp 80 ribu hingga Rp 145 ribu.  

Lokasi : Perum KBN, Jalan Anggraini Raya No. 3, RT 5/RW 2 Sukorame, Mojoroto, Kota Kediri.

WhatsApp : 0815 5333 5998/ 0878 5893 3388

Instagram : arrayana_honey

Give a Comment