Masker Kain Dani Bordir, Motifnya Unik Elegan dan Eksklusif

Kondisi pandemi membuat produk masker menjadi barang paling dicari. Jika sebelumnya masyarakat harus berebut masker medis dan rela mengeluarkan banyak uang, kini tidak lagi. Keberadaan masker kain menjadi penyelamat baik bagi konsumen maupun produsen.

Peluang ini juga dimanfaatkan oleh Dariani. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit ini mulai fokus memproduksi masker kain selama setahun terakhir. Jika produsen lain mengandalkan motif print pada kain masker, Dariani justru memilih masker bordir dan sulam yang proses pembuatannya lebih rumit. Dan ternyata masker jenis ini cukup diminati. Konsumennya tersebar di seluruh penjuru nusantara mulai dari Kalimantan, Sumatera, Bandung, Jakarta dan sekitar Jawa Timur.

“Saya lebih ke penjualan online, dibantu anak saya,” terang Dariani saat ditemui di kediamannya.

Membuat masker kain bagi Dariani tidaklah sulit. Pasalnya dia sudah berkecimpung di dunia fesyen sejak 22 tahun yang lalu. Tangannya sudah terampil menggunakan mesin jahit hingga mesin bordir. Hasil jahitan dan sulamnya pun sangat rapi. “Sehari bisa membuat sepuluh masker. Baik yang sulam maupun bordir,” tambahnya.

Dariani sedang sibuk membuat masker di ruang menjahitnya.

Sudah ada ratusan motif masker yang dibuat Dariani. Sebagian besar berbentuk bunga. Ada juga yang berbentuk kupu-kupu. Selain tersedia di katalog, konsumen juga bisa memesan motif custom sesuai keinginan. Salah satunya bordir inisial nama. Dengan begitu, masker kain menjadi semakin eksklusif dan elegan.

“Pemesan bisa memberikan contoh gambarnya. Kalau kurang cocok untuk dipasang di masker, biasanya saya gambar lagi menyesuaikan bentuk masker,” urai perempuan 51 tahun ini.

Selain menjahit, Dariani juga senang menggambar. Motif-motif maskernya merupakan hasil goresan tangannya sendiri. Hanya saja inspirasinya dari mana-mana. Mulai dari majalah, taplak meja, motif baju di mall, hingga motif bunga di nampan. “Kalau jalan-jalan di mall, saya bawa kertas kecil buat gambar. Kadang dibantu anak motret pakai HP (handphone. red),” curhat ibu dua anak ini.

Selain motif custom, konsumen juga bisa memesan jenis kain dan warnanya. Sejauh ini Dariani lebih sering menggunakan kain toyobo dan satin untuk kesan yang lebih mewah. Di bagian tengah masker, diberi ruang untuk menempatkan tisu demi pengamanan ekstra. Sedangkan karetnya ada yang jenis earloop maupun headloop atau masker hijab.

“Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemesan,” beber perempuan asli Bandarkidul, Kota Kediri ini.

Motif-motif sulam dan bordir pada masker buatan Dariani

Dariani menjual satu masker dengan harga Rp 20 ribu. Untuk reseller harganya lebih murah yakni Rp 18 ribu saja karena biasanya beli dalam jumlah banyak. “Untuk pembelian perorangan mau beli dua atau tiga tetap saya layani. Agar orang semakin tahu seperti apa produk saya,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan Bunga RT 01/RW 04, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri

WhatsApp : 0857 0882 4336

Instagram : danibordir

Give a Comment