Meski Pandemi, Tetap Tampil Cantik dengan Sulam Pita Fattaati

Nggak dipandang pipinya, dipandang maskernya. Tetap harus cantik,” begitu promosi Uyun Nadhifah saat menawarkan masker sulam pitanya.

Memang ucapan Yunna sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Selama pandemi, semua orang diwajibkan untuk mengenakan masker kemana pun mereka pergi. Jika dulu kaum hawa sangat memperhatikan riasan wajah, sekarang tidak bisa lagi karena tertutup masker. Agar penampilan tetap menarik, alternatifnya dengan mengenakan masker yang cantik.

Sesuai promosinya, masker Yunna cantik-cantik. Ada banyak jenis bunga-bungaan yang disulam di atas permukaan kain masker. Selain kerapihan sulaman, warna pita yang digunakan juga sangat cantik. Kontras dengan warna kain masker sehingga menarik perhatian.

Bentuknya juga lebih eksklusif. Tidak lagi menggunakan tali karet, Yunna menggunakan tali satin cina warna-warni dengan hiasan manik-manik lucu. Sedangkan bahan maskernya menggunakan kain katun toyobo.

Meski bentuknya cantik, Yunna hanya mematok harga murah untuk satu lembar masker. “Harganya Rp 18 ribu untuk reseller. Untuk harga konsumen maksimal Rp 25 ribu,” tambahnya.

Yunna memulai mendalami usaha sulam pita sejak 2019 lalu. Jauh sebelum itu, dia sudah memiliki keahlian tersebut. Hanya saja sempat terhenti karena kesibukan mengajar. Setelah pindah mengajar dan memiliki lebih banyak waktu luang, perempuan 40 tahun ini mencoba mencari pemasukan tambahan dari sulam pita.

“Tahun lalu saya ikut pelatihan Dinkop Pemkot Kediri. Tidak lama setelah itu ternyata pandemi. Jadi langsung bikin masker sulam pita karena banyak peminatnya,” bebernya.

Yunna tidak menemui kesulitan saat membuat masker. Dia langsung berimprovisasi dengan membuat berbagai jenis barang fesyen dengan hiasan sulam pita. Ada totebag, clutch (tas jinjing), dan menerima pesanan sulam pita di baju, jilbab, hingga hiasan dinding.

Hasil karya sulam pita Yunna pada totebag dan home decor.

Pekerjaannya sebagai guru PAUD membuat Yunna punya lingkar pertemanan yang luas. Dia mengajak rekan-rekan seprofesi sebagai reseller. Selain itu sasaran konsumennya juga para guru PAUD yang kebanyakan masih muda-muda dan sangat tertarik dengan barang fesyen yang kekinian.

“Sekarang sudah ada sembilan orang reseller tersebar di Kabupaten Kediri,” ungkap guru PAUD Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini .

Selain mendapat pesanan dari sesama guru, Yunna juga sering mendapat pesanan dari masyarakat umum baik secara online maupun offline. Belum lama ini dia mendapat pesanan Jakarta sebanyak 10 lusin masker. Meski kadang tidak ada pesanan, Yunna tetap rutin membuat masker untuk stok.

“Kalau sendirian saya bisa membuat minimal lima masker dalam kondisi santai,” ujar ibu dua anak ini.

Di sela-sela aktivitas mengajar, Yunna aktif menyulam untuk memenuhi pesanan.

Bentuk motif sulam pita Fattaati Collection cukup beragam. Namun kebanyakan bentuk bunga. Tidak hanya lewat internet, Yunna tidak segan mencari inspirasi dari bunga-bunga hidup di taman dan kebun. “Saya pernah nemu bunga terompet saat jalan-jalan di air terjun Dolo. Karena cantik, saya jadikan motif masker,” pungkasnya sambil tersenyum.

Lokasi : Jalan Raung, Gang Cengkeh, Dusun Pulosari, Kelurahan Banjarmlati RT 3/RW 3, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Facebook : Yunna Saepudin

WhatsApp : 0857 4918 8087

Give a Comment