Spesial Vegetarian, Nur Aida Olah Abon Jantung Pisang

abon jantung pisang

Ada banyak produk yang dibuat Nur Aida. Salah satu produk rintisan dan masih berlanjut sampai saat ini adalah abon. Pilihannya pun beragam mulai dari abon daging sapi, abon daging ayam, dan abon daging ikan. Bahkan kedepannya, dia juga ingin mengembangkan produk baru yakni abon dari jantung pisang.

“Saya pernah mencoba membuatnya dan rasanya enak,” terang Aida.

Aida bahkan pernah mencoba produk ini dalam sebuah pelatihan UMKM. Sebagai instruktur masak, abon buatan perempuan 58 tahun ini berhasil dijadikan campuran abon ikan. Rasanya tidak kalah enak dan teksturnya tidak terlalu berbeda. Makanya ke depannya, Aida ingin membuat produk khusus abon jantung pisang.

“Cocok sekali untuk para vegetarian yang pantang terhadap makanan berbahan hewani,” tambahnya.

Aida sendiri baru mengetahui resep dan cara membuat abon pada tahun 2016. Saat itu dia bersama rekan-rekan Dharmawanita sedang kumpul dan makan bersama. Mereka membawa banyak makanan termasuk opor ayam. Sayangnya di akhir acara, banyak makanan sisa termasuk menu ayam.

Rekan-rekan Aida pun memutuskan membuat abon dari ayam yang sisa tersebut. Abon menjadi pilihan karena lebih awet dan paling memungkinkan untuk dibuat. Aida pun mendapat jatah abon dari hasil memasak bersama tersebut. Sampai rumah, ternyata abon handmade tersebut sangat disenangi anak dan suaminya.

“Sejak saat itu saya mencoba membuat abon sendiri. Dan memang banyak kerabat yang suka,” katanya.

abon aida
Beberapa varian produk Abon Aida, ada yang menggunakan daging ayam, sapi, dan ikan.

Tidak hanya puas di daging ayam, Aida juga terus mencoba secara otodidak abon daging sapi, dan ikan. Untuk ikan, ibu tiga anak ini menggunakan bumbu mangut. Makanya hasil abonnya ada sensasi gurih, sedap, dan teksturnya ngapas. Tantangan di abon ikan ini lebih ke tekstur yang kadang setiap konsumennya memiliki selera yang berbeda-beda.

“Ada yang senang lembut ada yang suka agak kasar. Kalau saya sendiri lebih senang yang lembut karena bisa menggunakan blender, tidak disuwiri manual,” jelasnya.

Aida tidak membuat setiap hari. Dia hanya berproduksi jika stok abonnya menipis. Biasanya dia bisa berproduksi 3-4 kali per bulan. Sekali produksi, perempuan asli Surabaya ini mengolah 20 kg daging ayam, sapi dan ikan, tergantung stok yang habis. “Selama pandemi penjualan turun jadi frekuensi produksi juga lebih jarang daripada biasanya,” ungkapnya.

abon aida
Aida sedang sibuk mengemasi produk abonnya yang bermerek Abon Aida

Produk abon Aida bisa tahan sampai enam bulan karena produknya kering tanpa minyak. Produknya ini telah beredar di sekitar Kota Kediri melalui empat reseller dan beberapa dibawa konsumen ke luar kota bahkan luar negeri. Ada yang ke Tangerang, Jakarta, Surabaya, Australia, hingga Belanda. Oleh Aida, abon ikan dijual Rp 24 ribu per ons, abon ayam Rp 24 ribu per ons, dan abon daging Rp 30 ribu per ons. “Itu harga penyesuaian selama pandemi,” terangnya.

Selain abon, Aida juga membuat banyak produk camilan lainnya. Seperti keripik pisang, keripik gadung, keripik tempe, dan repacking untir-untir. Semuanya menggunakan merek yang berbeda-beda.

Lokasi : Perum Bumi Asri Blok U/3 Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri

Facebook : Nur Aida

Instagram : nuraida

WhatsApp : 0878 8337 1128

Give a Comment