Percales Kediri, Seni Memanfaatkan Kain Perca

Ratna Dewi Adriati P. atau akrab disapa Nunies menyukai seni mendekor ruangan (home décor). Seni menata warna dan bentuk dari dekor diaplikasikan dalam sospeso dan decopage sehingga menjadi usaha rumahan yang menyenangkan.

“Saya suka home décor. Lalu sering melihat kain perca bagus-bagus motifnya,” kata Nunies. Motif kain perca baik yang berasal dari sisa kain batik maupun bentuk-bentuk lain menarik minatnya. Sayang bisa motif dan bentuk itu masuk tempat sampah.

Proses ptoduksi di workshop Percales, Kota Kediri. Foto: MallUMKM/Adhi Kusumo

Maka Nunies pun belajar memanfaatkannya. Ia membuat aksesosis berbahan kain perca. Kain perca yang tidak bermanfaat disulap menjadi aksesoris yang menarik. Dari sanalah, Nunies membuat merek Percales pada 2019.

Nunis menekuni usahanya dengan senang karena hobi. Gayung bersambut ketika kesempatan itu ada, ia ikut pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi Kota Kediri. Pelatihan decopage dan sospeso.

Decopage merupakan seni menempel motif dengan lem dan kertas khusus. Seni ini bisa diterapkan di anyaman dan berbagai kerajinan.

Ragam produk Percales Foto: MallUMKM/Adhi Kusumo

Nunis juga mendapat pelatihan sospeso, seni membuat motif-motif kain menjadi tiga dimensi. Di sinilah kesukaan pada kain perca tersalurkan.

“Karena pada dasarnya suka, setelah dapat pelatihan dasar, saya bisa kembangkan,” kata Nunies. Tidak banyak peserta pelatihan yang melanjutkan sendiri hingga menjadi mahir.

Ia membuat kerajinan berupa tas, dompet, dan menerima pesanan khusus untuk hantaran pengantin yang berbasis sospeso dan decopage. Juga membuat hampers. Harganya bervariasi, dari mulai puluhan ribu hingga ratusan tergantung kerumitan pembuatannya. Untuk hampers, ia mematok harga Rp 400.000,-. Sedangkan untuk dompet dan tas dari Rp 150.000,- hingga Rp 300.000,-

“Selain hobi, saya jadi keterusan usaha ini. Kolaborasi dengan para penenun dan pembatik,” kata Nunies. Dari hasil kolaborasi ini didapatkan aneka motif yang menarik dan baru.

Beberapa produk dari Percales seperti kalung dan tas diperagakan model. Foto: MallUMKM/Adhi Kusumo

Kolaborasi berlanjut hingga membentuk komunitas Dekopeso Kediri. Di dalam komunitas ini para anggota berbagi tips dan pengetahuan.

“Nggak saingan lah. Malah senang, semakin banyak punya kenalan, kualitas produk pun semakin bagus,” tambah Nunies. Teknik bisa sama, tapi taste tetap akan berbeda setiap orang. Hal itulah yang menjadikan komunitas ini hidup dan masing-masing pengusahanya punya penggemar.

Nunies
@percales2019
WA: 081358467778

Give a Comment