Produksi Tenun, Siti Ruqoyah Berdayakan Santri hingga Napi

Siapa yang tidak tahu tenun ikat Medali Mas. Usaha tenun milik Siti Ruqoyah ini skala usahanya paling besar di Kampung Tenun, Bandarkidul. Meski terus melakukan pengembangan usaha, Siti tidak lagi fokus pada profit saja. Kini dia mencoba merambah ke pemberdayaan manusia. Salah satunya yakni dengan menggandeng instansi pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.

“Sudah dua tahun ini berjalan,” terang Siti sambil mengajari mahasiswa menggambar motif tenun di rumahnya.

Saat ini Siti menempatkan 10 alat tenun bukan mesin (ATBM) di Pondok Pesantren AL Falah yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di pondok, para santri diajari keterampilan menenun. Ketika sudah mahir, mereka diminta untuk menenun sesuai dengan kemampuan. Hasilnya dikembalikan ke Medali Mas dan diganti dengan upah menenun.

“Di pondok hanya menenunnya saja. Untuk pewarnaan dan proses lainnya tetap di Medali Mas,” tambahnya.

Tidak hanya di pondok. Siti juga bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kota Kediri yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sistemnya hampir sama, hanya saja di sana Siti hanya menempatkan lima ATBM. “Pengadaan alat dulu kerjasama dengan Bank Indonesia Kediri,” tambahnya.

Siti mengaku tidak keberatan meski para penenunnya para narapidana. Toh menurutnya napi-napi tersebut sebenarnya orang baik yang sedang khilaf. Sudah seharusnya mereka diberi kesempatan untuk hidup normal setelah menebus kesalahannya di penjara. “Kemarin sempat ketemu anak Bandarkidul yang tertangkap karena kasus obat terlarang. Dia bilang mau gabung jadi penenun kalau sudah keluar. Saya mau saja, asal dia memang mau mengubah hidupnya,” tandasnya mantap.

Di tempat usaha Medali Mas sendiri ada setidaknya 60 ATBM dengan jumlah pekerjanya mencapai 117 orang. Meski jauh di atas para pengusaha tenun lain, Siti masih kewalahan menerima pesanan. Bahkan sampai saat ini dia sudah mendapat pesanan ribuan lembar kain tenun untuk lima bulan ke depan. Semuanya berasal dari instansi-instansi pemerintah dan swasta.

“Sekarang memang trennya seragam kerja pakai kain tenun. Jadi ini banyak sekali pesanan terutama dari Jakarta,” beber perempuan 51 tahun ini.

Siti Ruqoyah bersama bak benang yang sedang digambari motif

Banjirnya pesananan ini dimulai sejak Pemkot Kediri mengadakan fashion show dengan menggandeng desainer terkenal dari Jakarta. Tenun ikat Bandarkidul pun akhirnya semakin dikenal. Makanya kini Siti terus semakin mempercepat proses produksi guna memenuhi target pesanan yang jumlahnya besar dan memiliki tenggat waktu yang ketat.

“Ini saya bantu menggambar motif biar lebih cepat. Sehari saya nggambar sampai 12 bak (kotak kayu, red),” tandasnya sambil sibuk menggambar.

Terkait dengan motif, Siti tidak pernah memiliki katalog. Semua dia gambar sesuai pesanan. Namun jika tidak ada pesanan khusus, dia menggambar sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa ada pakem khusus. Makanya sejauh ini tidak pernah ada motif Medali Mas yang sama kecuali untuk pesanan kain seragam atau pemesannya bawa contoh yang sudah jadi.

“Ada banyak sekali motif yang bisa dimodifikasi, jadi saya tidak pernah kehabisan ide motif,” ungkapnya.

Menurut Siti, tidak ada motif yang favorit. Semua memiliki pasarnya masing-masing. Pernah suatu ketika Siti menggambar motif yang dikerjakannya dengan tekun dan penuh pemikiran. Di waktu yang lain, dia menggambar dengan sedikit asal sesuai dengan mood-nya saja. Hasil gambarannya tersebut kemudian dia pajang di ruang tamu.

“Ketika dilihat pemesan, dia ternyata lebih tertarik sama motif saya yang asal-asalan itu. Makanya saya tidak pernah menganggap remeh semua jenis motif. Mau yang rumit atau sederhana semua ada pasarnya sendiri-sendiri,” jelasnya.

Produk-produk tenun ikat buatan Medali Mas

Setiap harinya Medali Mas memproduksi 70 potong kain dengan menggunakan tiga jenis benang yakni benang katun, semi sutra dan sutra. Untuk harga kain biasa dibanderol Rp 175 ribu, kain semi sutra Rp 350 ribu, dan yang termahal kain tenun berbahan sutra dijual Rp 500 ribu per potong.

Kini Siti semakin terbuka dalam menyebarkan ilmu menenun. Siapa saja bisa mempelajarinya di Medali Mas. Ibu dua anak ini percaya, melalui ilmu yang ditularkan, rezeki semakin terbuka lebar dan usahanya senantiasa diberkahi. “Saya tidak risau meski dengan begini semakin banyak pesaing. Tidak masalah karena setiap orang punya jatah rezekinya masing-masing,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan KH Agus Salim, gang VIII/ No. 54C, Bandarkidul, Kota Kediri

WhatsApp : 0812 3416 9027

Give a Comment