Pukis Klarisan, Nikmatnya Terasa Sejak Gigitan Pertama

pukis klarisan

Pukis Klarisan binaan Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri memiliki tampilan yang berbeda dengan kue pukis kebanyakan. Kuenya berwarna-warni dan beragam toping di atasnya. Selain varian original, ada rasa pandan yang berwarna hijau, redvelvet warna merah, taro warna ungu, cokelat, dan topping sugar glaze yang beraneka macam.

“Biar kekinian kayak martabak manis dan donat-donat glaze,” terang Finalita Sari, pemilik usaha Pukis Klarisan.

Tidak hanya pada tampilan, rasa pukisnya pun istimewa. Perbedaan rasa antar varian ini tidak hanya pada topingnya. Meski tanpa toping, rasa kue pukis ini berbeda-beda sesuai variannya. Hal ini dikarenakan Fina benar-benar membedakan adonan setiap varian. Jadi citarasa setiap varian langsung terasa sejak gigitan pertama hingga akhir kunyahan.

“Bukan satu adonan dibagi, terus diberi pewarna yang berbeda. Sejak awal membuat adonan saya sudah membedakannya. Jadi setiap varian rasanya benar-benar sesuai klaimnya,” tambahnya.

Varian rasa yang diberikan Fina tidak menutupi kenikmatan lain yang ada di kue pukisnya. Rasa gurih dari santan cukup dominan. Teksturnya pun lembut karena menggunakan susu pilihan dengan kadar yang tepat. “Saya sudah dapat resep yang pas setelah mencoba selama setahun. Dan sampai sekarang saya masih terus belajar agar produk saya semakin bagus,” tandas perempuan 35 tahun ini.

Sebenarnya pukis bukanlah panganan baru bagi Fina. Jajanan ini kerap dibuat oleh ibunya untuk disantap bersama keluarga. Perempuan asli Balowerti ini sampai terkesan dengan nikmatnya rasa pukis yang mewarnai masa kecilnya yang indah dan hangat. Makanya dia pun ingin menaikkan derajat kue pukis agar sesuai tren zaman dan tetap dilirik masyarakat.

“Orang kalau dengar nama pukis malah mengernyitkan dahi dan menganggap kue ini sangat tidak spesial dan “jadul”. Saya ingin membuat orang justru antusias kalau ketemu pukis,” tandasnya.

Fina tidak hanya ingin berjualan pukis saja. Dia ingin membangun brand produk kulinernya. Makanya dia sangat berhati-hati dalam membuat pukis. Semua bahan dan proses produksinya distandardisasi. Jadi rasa dan kualitasnya konsisten. “Sebenarnya pukis adalah makanan basah dan tidak perlu PIRT. Tapi saya tetap mengurusnya agar konsumen merasa aman dan nyaman saat mengonsumsi produk saya,” tegasnya.

pukis klarisan
Finalita, pemilik Pukis Klarisan sedang berada di outletnya di Bandarkidul, Kota Kediri

Sebenarnya respon pasar terhadap Pukis Klarisan cukup bagus. Banyak permintaan dari luar Kota Kediri. Namun sayang produk kue basah ini tidak tahan lama dan rawan rusak. Makanya sampai saat ini Fina tidak banyak menerima pesanan luar kota. “Pukis untuk yang original bisa tahan tiga hari di suhu ruang,” ungkapnya.

Meski demikian Fina tetap mencoba. Dia mengirimkan kue pukisnya secara cuma-cuma ke kenalannya di Surabaya dan Jember. Ibu satu anak ini ingin tahu seberapa aman produknya sampai tempat tujuan melalui pengiriman ekspedisi. Selain penjualan di Kota Kediri dan sekitarnya, produknya beberapa kali dibawa secara langsung oleh konsumen ke daerah tujuan seperti Purwakarta, Bandung, hingga Kalimantan.

“Mereka beli ke sini langsung dan dibawa sendiri ke kota tujuan mereka sebagai oleh-oleh. Yang awet tiga hari hanya yang original. Kalau yang rasa-rasa saya tidak menyarankan,” katanya.

pukis klarisan
Proses pembuatan pukis dilakukan di dapur outlet yang bersih dan higienis.

Pukis Klarisan dijual per dus. Untuk varian original harganya 20 ribu per dus isi delapan pukis dan Rp 15 ribu per dus isi enam pukis, Sedangkan untuk pukis rasa harganya Rp 20 ribu per dus isi enam pukis. “Pembeli bisa pesan lewat gofood, atau datang langsung ke outlet. Buka mulai pukul 10.00 sampai 19.00 WIB,” pungkasnya.

Lokasi outlet : Jalan KH. Wachid Hasyim No. 222, Bandarkidul, Mojoroto, Kota Kediri

Instargam : pukisklarisan

Facebook : Pukis Klarisan

WhatsApp : 0822 3365 5579

Give a Comment