Rahasia Dibalik Lumer dan Gurihnya Tahu Susu Ainna

Jangan dibayangkan tahu susu itu tahu berbalut susu. Tidak demikian untuk tahu susu Ainna. Tahu yang dibuat Ninis Dining Tyas ini pada dasarnya sama dengan tahu kebanyakan yang cocok sebagai lauk nasi ketika makan. Namun teksturnya yang putih dan selembut susu membuat tahu ini diberi nama tahu susu.

Ketika masih mentah, tampilan tahu susu Ainna sama dengan tahu pada umumnya. Warnanya putih dan terbuat dari sari pati kedelai. Namun untuk ukuran, Ninis menjualnya dalam bentuk yang lebih kecil dari tahu biasa yakni berbentuk dadu ukuran 3 cm agar lebih praktis dan ekonomis. Ketika digoreng, tahu menggembung seperti tahu sumedang. Hanya saja bagian dalamnya tetap padat, tidak kopong.

Keistimewaan tahu ini mulai bisa dirasakan ketika sudah digoreng. Meski bagian luarnya sedikit krispi, tekstur bagian dalamnya lumer dan lembut. Rasa gurihnya sangat memanjakan lidah meski tahu tidak dibumbui sebelum digoreng. Rasa inilah yang menjadi keunggulan dari produk tahu susu Ainna buatan Ninis.

“Saya nggak pakai MSG ya, rasa gurihnya cukup dari campuran bawang putih dan garam saja,” ujar perempuan 32 tahun ini.

Menurut Ninis, tahunya sebenarnya tahu biasa. Dia membuatnya sendiri dari bahan baku kedelai yang diproses di rumah orang tuanya di Wates, Kabupaten Kediri. Biasanya para produsen tahu langsung menjual produknya ke pasaran setelah jadi. Namun Ninis masih melakukan proses lanjutan sebelum menjualnya.

Oleh Ninis, tahu yang sudah jadi tersebut direndam dalam air rendaman yang sudah dibumbui selama 12 jam. Proses inilah yang membuat rasa gurih meresap ke dalam tahu dan tekstur tahu menjadi lebih creamy. Untuk hasil yang lebih bagus, Ninis menyimpan tahunya di dalam lemari pendingin sebelum dijual. Selain lebih awet, tekstur tahu menjadi lebih padat dan tidak mudah hancur.

“Tapi tidak lama karena setelah itu kan langsung dikirim ke luar kota,” tandasnya.

Ninis Dining Tyas, pemilik usaha tahu susu Ainna sedang menunjukkan produknya.

Tahu susu Ainna cukup digemari bukan hanya karena bumbu rendamannya saja. Ninis menyadari jika tahu dari Kediri memang sudah menjadi primadona karena kualitasnya lebih unggul dibandingkan tahu dari kebanyakan kota di Jawa Timur.

“Tahu Kediri kan memang dikenal enak jadi saya tetap percaya diri bisa bersaing dengan pengusaha tahu susu yang sudah ada. Apalagi rata-rata mereka kulakan tahunya dari luar Kediri,” ungkapnya mantap.

Selama pandemi, usaha Ninis sempat terdampak karena banyak rumah makan, restoran, hingga hotal-hotel yang tutup. Padahal mereka lah langganan yang paling sering membeli produknya. Namun kini semuanya mulai berjalan normal lagi. Ketika sepi, Ninis hanya memproduksi sekitar 500 bungkus per hari. Dan jika sedang ramai, penjualan mencapai tiga kali lipatnya.

“Ada jadwal pengiriman keluar kota. Tujuannya ada yang ke Trenggalek, Solo, Bekasi, hingga Jakarta,”  katanya.

Ninis mengingatkan konsumen untuk segera mengolahnya dan tidak terlalu lama menyimpan tahu. Karena tidak mengandung pengawet, tahu buatannya bisa tahan sampai dua hari di suhu ruang dan bisa sampai enam hari jika disimpan di dalam kulkas. Untuk satu bungkus dengan isi 10 potong harganya Rp 3 ribu, sedangkan yang isi 50 potong dijual 15 ribu saja.

“Di rumah ada stok, warga sekitar juga biasa beli langsung ke sini,” pungkasnya.

Lokasi : Jalan Sriwijaya No 24b, Kelurahan Jagalan, Kota Kediri

WhatsApp : 0856 0763 1192

Give a Comment