Rengginang Aneka Rasa, Camilan Renyah Tanpa Pengawet dan Pewarna

Meski skala usahanya masih kecil, rengginang buatan Suryati cukup digemari. Perempuan 57 tahun ini konsisten membuatnya setiap hari di rumahnya yang berada tidak jauh dari traffic light Jalan Raya Sumber Jiput, Ngronggo. Setidaknya 5 kg beras ketan yang diolahnya sendirian tanpa pekerja.

“Kalau pakai pekerja kadang hasilnya tidak cocok karena saya nggak pakai cetakan rengginang,” terang Suryati saat ditemui di rumahnya.

Usaha milik Suryati ini awalnya terinspirasi oleh saudaranya yang tinggal di Mojokerto. Saat itu dia berkunjung ke sana dan melihat usaha rengginang saudaranya tersebut laris padahal dijalankan dengan cara yang sederhana. “Saya lihat produk dan kemasannya biasa saja tapi rame pembeli, jadi saya coba buat sendiri di rumah,” tambahnya.

Suryati mulai mencobanya dari nol di tahun 2010 lalu. Dia sama sekali tidak tahu bumbu apa saja yang digunakan. Semua dia lakukan dengan cara trial and error selama sekitar dua bulan. Barulah kemudian dia mendapatkan cara dan resep yang tepat untuk membuat rengginang layak jual.

“Prosesnya tergantung dari kualitas beras ketannya. Kalau bagus, pakai sedikit air. Tapi kalau ketan yang disimpan agak lama, pakai airnya lebih banyak,” jelasnya.

Meski kini sudah mahir, Suryati ingat pernah mengalami kegagalan ketika membuatnya dulu. Saat itu dirinya harus membuang 10 kg beras ketan karena hasilnya tidak bagus. Penyebabnya adalah faktor musim. Karena sedang musim penghujan, rengginang miliknya susah kering. Kondisi yang demikian membuat kualitasnya jadi buruk.

“Rengginang bisa mengembang dan renyah jika dijemur dua hari kering. Kalau tidak, jadinya mengkerut dan tidak bagus,” ungkapnya.

Makanya Suryati mencoba menyiasatinya dengan memperbanyak produksi saat musim kemarau. Namun tetap saja dirinya selalu kehabisan stok bahkan sampai menolak pesanan karena persediaan kosong. “Ini yang sampai saat ini jadi kendala,” curhatnya.

Suryati menunjukkan produk rengginang buatannya.

Agar tidak merugi dan tetap bisa aktif produksi, Suryati memilih membuat kerupuk puli ketika musim penghujan. Saat ini produknya ini juga sudah didaftarkan izin PIRT-nya. “Namanya Enak Iki. Banyak juga yang beli,” katanya.

Ada setidaknya beberapa varian rasa rengginang yang dibuat Suryati. Ada rasa udang, terasi, bawang, original, dan rasa manis. Sebagian besar produknya menggunakan ketan putih, tapi kadang menggunakan ketan hitam sesuai permintaan pembeli. Dalam membuatnya, Suryati tidak menggunakan pengawet dan pewarna makanan.

“Pernah saya tambahi soda kue, warnanya nggak bagus. Kalau tidak pakai, warnanya bisa putih bersih. Kecuali yang rasa terasi, warnanya agak buram karena ngikut terasinya,” tandasnya.

Suryati menjual rengginang mentahnya menggunakan kemasan ukuran 500 gram yang dijual Rp 17.500 per kemasan. Pembeli juga bisa membeli kiloan dengan harga lebih murah Rp 33 ribu. Mereka juga bisa membeli rengginang dalam bentuk matang, namun harus pesan dulu melalui telepon atau pesan whatsApp.

“Kadang saya kirim ke Malang, dan Tulungagung. Tapi rata-rata datang langsung ke sini,” bebernya.

Lokasi : Jalan Raya Sumber Jiput No 3, RT 06/RW 02, Kelurahan Ngronggo

WhatsApp : 0897 3454 519

Give a Comment