Senang Tema Alami, Ratna Devi Ciptakan Motif Sayur Tahu Kediri

Berawal dari perkumpulan ibu-ibu PKK, usaha Batik Kuniran muncul. Di tahun 2013, para ibu-ibu Kelurahan Rejomulyo diikutkan pelatihan membatik. Namun setelah itu tidak ada tindaklanjutnya. Mereka tidak lagi produktif dan lama tidak ada kegiatan membatik. Ratna Devi Moeljosari bersama pembina UMKM kelurahan kemudian merancang kegiatan arisan.

“Kalau menang kocokan dapatnya bukan uang tapi alat-alat batik,” terang Ratna, pemilik Batik Kuniran.

Sejak saat itu, para ibu-ibu secara berkala berkumpul untuk arisan. Momentum tersebut tidak hanya diisi dengan bergosip ria, tetapi kegiatan membatik bersama. Beberapa ibu-ibu pun memutuskan untuk membuat usaha mandiri. Salah satunya Ratna dengan “Batik Kuniran”nya. Sebagian ibu-ibu lainnya memilih untuk ikut ke usaha yang sudah ada.

“Dulu awal aktif di tahun 2016, ada sampai 20 pekerja. Tapi sekarang berkurang jumlahnya karena ada yang memilih buka warung atau kerja di pabrik,” tambahnya.

Saat ini Ratna mempekerjakan tujuh orang sebagai tenaga lepas. Jika sedang banyak pesanan, semua digerakkan. Bahkan Ratna pernah kekurangan tenaga saat kebanjiran pesanan dan jangka waktu pengerjaannya pendek. “Saya sampai nyari tenaga keluar Rejomulyo. Itu yang menjadi kendala di batik tulis,” bebernya.  

Meski namanya Batik Kuniran bukan berarti warna batiknya kuning semua. Justru batik buatan Ratna didominasi warna cokelat tua. Warna ini menurutnya cukup elegan dan klasik karena sudah melegenda sejak nenek moyang yang gemar memakai batik.

Produk Batik Kuniran yang didominasi warna alami kayu

Warna Batik Kuniran didapatkan dari warna-warna alami pepohonan. Ada kayu jambal, kayu tingi, kayu tegeran, kayu mahoni, dan kulit buah jolawe. Pewarna alami ini didatangkan dari daerah-daerah sentra batik seperti Pekalongan, Solo, hingga Yogyakarta. Harganya standar, hanya saja Ratna harus keluar biaya lebih di ongkos kirim.

“Saya pernah buat dari pohon-pohon lokal Kediri, tapi hasilnya tidak semantap dari sana (sentra batik Jawa Tengah, red),” bebernya.

Sejauh ini Ratna lebih sering menggunakan motif yang sudah banyak beredar di internet. Namun oleh dia dimodifikasi sedikit dengan menambah aksen di bagian-bagian tertentu. Teknik dan bahan pewarnanya berbeda sehingga produk Batik Kuniran tetap terlihat eksklusif dan elegan.

Ratna mengaku baru ada satu motif yang berhasil dibuatnya sendiri yakni motif “sayur tahu Kediri”. Di sana ada gambar tiga tahu yang digambar berhimpitan dan dikelilingi julur-julur tumbuhan sebagai gambaran dari sayur. Ada pula gambar ayam bekisar di sana sebagai ikon Provinsi Jawa Timur. Untuk pewarnaan, Ratna menggunakan warna dasar cokelat kayu.

“Saya buat sketsa jelek-jelekan. Untuk tampilan detail agar terlihat menarik saya serahkan ke orang yang lebih jago menggambar,” ujarnya.

Meski orisinal dan cukup menarik, Ratna tidak ada rencana untuk mematenkannya. Dia malah senang jika nantinya ada perajin batik dari berbagai daerah yang mau menggunakan motif yang dibuatnya. “Kalau banyak yang menggunakan, berarti memang diminati. Saya lebih senang karena bisa bermanfaat untuk perajin lain,” tandasnya.

Ratna Devi Moeljosari, pemilik Batik Kuniran menunjukkan motif buatannya yakni sayur tahu Kediri

Kuniran atau kunyit dikenal sebagai rempah-rempah sekaligus obat herbal. Ratna berharap batiknya sama seperti kunir yang menyehatkan pemakainya. “Membuat nyaman pemakai, adem, dan tidak menimbulkan alergi,” ujarnya berpromosi. Harga batik cap di tempat Ratna dipatok Rp 150 ribu. Sedangkan batik tulis harganya sangat bervariasi tergantung jenis bahan dan kerumitan motif. Bahkan ada yang sampai jutaan rupiah yakni untuk batik berbahan kain sutra.

Keterbatasan lahan untuk membuat galeri khusus, membuat Ratna kesulitan dalam memamerkan produknya. Apalagi rumahnya berada di dalam lingkungan perumahan yang sepi. Makanya perempuan yang juga seorang asesor batik ini berharap pemerintah daerah mau memfasilitas galeri khusus untuk memamerkan produk UMKM Kota Kediri.

“Kalau ada kunjungan dari luar kota diarahkan ke sana. Jadi orang tahu di Kota Kediri ada produk apa saja,” pungkasnya.

Lokasi usaha : Perum BTN gang II/ NO 253, Rejomulyo, Kecamatan Pesantren.

Instagram : ratnadevi28

Facebook : Ratna Devi

WhatsApp : 0812 3083 083

Give a Comment