Sepatu Den Yu, Langganan Pejabat Hingga Artis

Ada ribuan sepatu pabrikan yang hits dan modis yang beredar di pasaran. Konsumen tinggal memilih sesuai gaya yang dinginkan. Namun keberadaan produsen sepatu dan sandal skala rumahan ternyata tetap didamba beberapa kalangan. Terutama mereka yang memiliki ukuran atau bentuk kaki yang “unik”. Salah satu usaha produksi sepatu yang masih eksis saat ini adalah Sepatu Den Yu.

Lokasinya yang berada di ujung gang buntu Kelurahan Balowerti tidak menghambat nama besar Sepatu Den Yu. Bahkan banyak pejabat pemerintah daerah dan artis lokal yang berlangganan di sana. Salah satunya yakni Nella Kharisma yang sudah dua tahun ini memesan sepatu di tempat usaha milik Dasih Sugiarti.

“Tahun 2018 dan 2019, Nella datang langsung ke sini. Saking senengnya, para pekerja pada minta foto bareng,” terang Dasih.

Ada banyak jenis sepatu yang ditawarkan Dasih. Mulai dari sepatu pantofel untuk pegawai kantoran, selop pengantin, sepatu mayoret dan paskibra, hingga sepatu artis. Bahannya pun beragam mulai dari kulit asli hingga kulit tiruan. Semuanya menyesuaikan dengan permintaan konsumen.

“Kalau kulit asli biasanya untuk pantofel. Orang nyarinya yang simpel tapi nyaman dan awet. Kalau sepatu artis lebih ke tampilan yang menarik,” tambahnya.  

Rata-rata orang yang memesan sepatu di tempat Dasih adalah mereka yang susah mendapatkan ukuran dan bentuk sepatu yang pas di pasaran. Ada yang bentuk kakinya berubah akibat kecelakaan atau sakit diabetes, ada pula yang memang memiliki ukuran kaki di atas rata-rata. “Ternyata banyak orang yang ukuran kakinya 47. Padahal di pasaran rata-rata ukuran maksimal 42,” bebernya.

Dasih Sugiarti menunjukkan salah satu sepatu artis buatannya.

Untuk kaki yang berbentuk “unik”, Dasih menggunakan cetakan kaki agar bentuk sepatu benar-benar pas dengan kaki sehingga nyaman digunakan. Dia juga tidak segan melakukan perbaikan jika ada bagian-bagian sepatu yang masih dirasa kurang.

“Untuk harga pastinya lebih mahal karena proses pembuatannya lebih rumit,” tegas perempuan 57 tahun ini.

Untuk sepatu pantofel kulit dibanderol harga mulai Rp 175 ribu hingga Rp 250 ribu. Sedangkan sepatu custom berkisar Rp 400 ribu per pasang. Untuk sepatu penyanyi yang berbentuk boots atau wedges glamour dipatok harga sekitar Rp 500 ribu per pasang. Penentuan harga ini disesuaikan dengan bahan, dan model sepatu.

“Ada banyak pelanggan dari luar kota, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Jakarta, Medan, sampai Papua. Pesanan ada yang kolektif, ada juga yang perorangan,” katanya.

Usaha sepatu Den Yu ini dirintis Dasih bersama suaminya pada tahun 1994. Dulunya Dasih hanya menjual sepatu yang dibeli dari sentra sepatu dan sandal di Mojokerto. Selama dua tahun berjalan, usaha penjualan sepatu dengan sistem kredit tersebut semakin berkembang. Dasih pun menerima banyak pesanan sepatu. Sayang beberapa pesanan yang masuk, modelnya tidak tersedia.

Makanya ibu dua anak ini pun berinisiatif untuk membuat sepatu sendiri. Dengan bermodal uang Rp 400 ribu, Dasih membeli alat dan bahan untuk membuat sepatu. “Dulu suami pernah tinggal di Mojokerto tepatnya di sentra sepatu. Jadi dia tahu seperti apa pembuatannya,” ungkapnya.

Pekerja sedang merapihkan pesanan sepatu pantofel di tempat usaha Den Yu.

Saat awal berdiri, Dasih lebih fokus ke sepatu kulit. Namun semakin lama, semakin banyak pesanan sepatu yang bahannya beraneka ragam. Dia pun memutuskan untuk memenuhi semua jenis pesanan yang masuk. Kini Dasih mempekerjakan 10 orang dan aktif produksi. “Selama wabah corona ini, usaha saya cukup terdampak. Harapannya kondisinya segera normal lagi, banyak acara lagi,” pungkasnya.

Lokasi : Kelurahan Balowerti gang V, No 41, Kota Kediri

Instagram : sepatudenyu

WhatsApp : 0856 4820 5232

Give a Comment