Sepatu Rajut Zulia Craft, Harga Lokal Kualitas Internasional

Mendapat pesanan dari luar negeri menjadi hal yang biasa bagi Titin Zuliana. Produk sepatu rajutannya selalu berhasil menarik perhatian para konsumen dan membuat mereka ingin membelinya. Orderan selalu ada meski pandemi. Bahkan saat ini perempuan 39 tahun ini sedang sibuk menyelesaikan pesanan dari Singapura.

“Ini sedang ada pesanan lima sandal dari Singapura dan beberapa dari Pariaman, Sumatera Barat,” terangnya ketika ditemui di rumahnya.

Sebenarnya ada beberapa jenis barang lain yang dijual Titin di akun instagramnya @kreasi_zulia. Ada tas, bros, dan yang terbaru dan cukup diminati selama pendami yakni konektor masker. Namun paling banyak berupa sandal dan sepatu. Padahal dua barang ini relatif paling sulit pembuatannya. Pasalnya bentuknya yang bervariatif membutuhkan rumus-rumus tertentu di setiap bagiannya.

“Bagian kanan dan kirinya harus presisi. Lekuk-lekuknya juga harus pas. Ada rumus-rumusnya,” tambah pemilik usaha rajut bermerek Zulia Craft ini.

Meski relatif susah, Titin mengaku senang membuatnya. Di tangannya, berbagai sepatu-sandal bentuk kekinian dan perpaduan warna-warna yang cantik berhasil dibuat. Ada sandal jenis “Esmeralda”, ada yang bentuk “Praya”. Semua model-model kekinian ini dia pelajari dari internet. “Walaupun videonya pakai bahasa apa itu yang saya nggak tahu tetap saya tonton. Saya lihat step-stepnya,” beber ibu tiga anak ini.

Titin Zuliana, pemilik Zulia Craft menunjukkan salah satu produknya yang sedang dalam pengerjaan.

Model dan teknik merajut bisa saja sama. Tapi hasilnya bisa saja berbeda. Menurut Titin, barang-barang handmade seperti sepatu rajut tidak pernah ada yang bisa menyamainya. Pasalnya setiap orang memiliki tarikan benang yang berbeda sehingga kekuatan hasil rajutannya pun berbeda. Belum lagi selera dan kemampuan memadu-padankan warna yang tidak semua orang bisa.

“Banyak yang suka produk saya karena perpaduan warnanya yang bagus. Banyak perajin lain yang kemudian izin mencontohnya. Silahkan saja tidak apa-apa,” katanya.

Pernyataan ini pastinya bukan hanya isapan jempol. Selama beberapa kali ikut acara kurasi diaspora, produk Titin selalu terpilih. Salah satunya kegiatan kurasi produk UMKM Go Export Diaspora Belanda Australia yang diselenggarakan di Balai Kota Kediri Agustus lalu. Meski produknya dikerjakan secara dadakan dan tanpa stok ternyata berhasil terpilih.

 “Itu saya ngerjainnya hanya sehari semalam karena pemberitahuannya juga dadakan. Sempat pesimis jika tidak nutut sampai hari-H, Tapi terus saya kerjakan sampai detik-detik terakhir. Alhamdulillah ternyata jusru terpilih,” ujar Titin bersemangat.

Produk-produk sandal dan sepatu rajut Zulia Craft yang siap dikirim ke pemesan.

Oleh Titin, sandal dan sepatu rajut buatannya dibanderol Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu, tergantung tingkat kerumitannya. Sedangkan untuk sepatu full cover dijual Rp 185 ribu per pasang. Harga ini berlaku untuk pembeli dari manapun termasuk Singapura. Padahal jika mau, Titin bisa memberlakukan harga sesuai kurs Rupiah terhadap Dollar Singapura.

“Sebenarnya pasaran barang handmade di kalangan bule-bule bisa sampai jutaan. Tapi saya jual dengan segini aja dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Mengingat produknya diproses 100 persen handmade, Titin selalu mengingatkan konsumennya untuk tidak mematok target waktu saat membeli. Pasalnya seluruh proses pembuatannya dilakukan sendiri dan ada banyak antrian pemesan. Makanya selama ini tidak ada pemesan yang sampai menerornya karena terlalu lama pengerjaannya.

“Sudah saya sampaikan di awal. Jadi semua pemesan mengerti dan sabar menunggu,” pungkasnya.

Instagram : kreasi_zulia

FB : titin_zuliana

WhatsApp : 0853 3028 6456

Lokasi : Jalan Sunan Giri, gang 1, RT 01/RW 04, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri  

Give a Comment