Siti Arofah, Ubah Sampah Botol Jadi Barang Kerajinan Sospeso

Ada ratusan barang kerajinan yang terpampang di ruang tamu Siti Arofah. Ada kotak kado, kotak hantaran, buket bunga flanel, hingga boneka-boneka suvenir pernikahan dan wisuda. Semuanya tumplek blek di etalase dan lemari kaca yang saling berhimpitan. Dari sekian banyak handicraft, ada beberapa barang yang cukup menarik perhatian.

Di rak paling atas lemari kaca, ada botol-botol warna-warni. Ada banyak hiasan yang tertempel di setiap botolnya mulai dari manik-manik, bunga tiruan, hingga kain brokat yang dililit. Bentuknya pun beraneka ragam mulai dari botol gepeng, berleher panjang, hingga bentuk teko. “Ini botol-botol bekas yang saya pungut dari jalan,” terang Arofah.

Perempuan 49 tahun ini memang sangat kreatif. Tangan terampilnya seakan tidak bisa berhenti membuat barang kerajinan. Semua hal bisa disulapnya menjadi barang-barang yang unik, menarik, dan bernilai jual. Yang terbaru, dia belajar kerajinan decoupage yakni seni menempel kain tisu bermotif dan versi 3 dimensinya yakni sospeso.

“Saya mulai aktif membuat kerajinan tangan di tahun 2017. Kalau decoupage dan sospesonya baru dua tahunan,” tambahnya.

Sebelumnya Arofah berganti-ganti pekerjaan. Dia pernah menjadi sales peralatan rumah tangga, asuransi hingga menjadi debt collector. Penghasilannya cukup untuk membantu perekonomian keluarga. Namun wilayah kerjanya yang cukup luas membuat ibu tiga anak ini memutuskan untuk resign dan memulai usaha mandiri.

“Suami buka percetakan. Saya lihat ada banyak kertas karton dan mika jilid sisa. Jadi saya manfaatkan untuk membuat kerajinan,” bebernya.

Tidak semua kerajinannya menggunakan barang limbah. Ada beberapa produk yang menggunakan bahan baku baru yakni kotak hantaran. Begitu pula dengan kerajinan tas decoupage dan sospeso. Tas yang digunakan merupakan tas anyaman pandan yang didatangkan dari Tasikmalaya. Bahan baku ini dibelinya bersama dengan komunitas agar biaya ongkos kirimnya lebih terjangkau.

Bahan baku tas boleh sama. Namun ketika sudah mendapat sentuhan tangan Arofah, hasilnya sangat berbeda. Ada banyak tas-tas dengan tempelan sospeso warna-warni dan tertata rapi. Biasanya tas-tas pandan ini disukai para ibu-ibu. Sedangkan untuk anak-anak muda lebih menyukai tas decoupage dengan motif bunga-bunga.

“Teman-temannya anak saya banyak yang pesan. Ada yang dipakai sendiri, ada yang dibuat kado temannya yang ulang tahun,” bebernya.

Siti Arofah sedang asyik menghias botol menjadi barang kerajinan sospeso.

Arofah menetapkan harga setiap produknya sesuai dengan segmentasi pasar. Untuk tas pandan dengan hiasan kain brokat yang glamour dipatok Rp 250 ribu. Sedangkan untuk tas pandan bulat dengan hiasan decoupage dijual Rp 100 ribu. Untuk barang lainnya seperti kotak tisu dijual Rp 80 ribu. Sedangkan botol-botol hias dijual lebih murah dijual mulai Rp 40 ribu – Rp 80 ribu.

“Setiap hari saya bikin untuk stok walaupun tidak ada pesanan. Saya senang membuatnya,” jelas pemilik usaha Cahaya Sablon & Handcraft ini.

Arofah juga belum melakukan penjualan online secara intensif. Selain kemampuannya yang terbatas, ponselnya pun belum cukup mendukung. Biasanya produk baru diunggah jika anak pertamanya sedang tidak sibuk kuliah dan kerja. “Saya juga ada media sosial untuk berjualan tetapi saat ini saya belum bisa fokus di sana,” katanya.

Meski mengandalkan penjualan offline, produk kerajinan Arofah selalu ada saja yang membelinya. Rumahnya yang berada di tepi jalan besar sering dikunjungi orang. Mulai dari pengunjung percetakan, hingga kenalan-kenalannya yang datang melihat produk secara langsung.

“Alhamdulillah selalu saja ada yang laku,” pungkasnya bersyukur.

Lokasi : Jalan Wahid Hasyim No. 132, Kelurahan Bandarlor, Mojoroto, Kota Kediri

WhatApp : 0813 5939 9933

Give a Comment