Stik Tahu Wijaya Kembar Kediri, Inovasi Asyik dengan Tahu Berlapis Cokelat

Gang Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri merupakan sentra pengrajin tahu. Pembeli bisa datang langsung untuk mendapatkan tahu takwa khas Kediri. Dari gang ini pula, pedagang tahu di pasar Kediri dan kota-kota sekitarnya mendapat pasokan tahu. Ada puluhan pengrajin tahu di sini dengan cita rasa hampir serupa. Nah, bagaimana tips para pengrajin untuk memikat pelanggan? Selain cita rasa, juga kreativitas olahan. Sebagaimana dilakukan oleh Supingi (45 tahun), pemilik merek Wijaya Kembar.

Pembuatan kudapan tahu Wijaya Kembar. Foto: MallUMKM/Adhi Kusumo

“Saya mulai pegang usaha tahu tahun 2011, meneruskan usaha orang tua,” kata Supingi. Orang tuanya memproduksi tahu kuning dan tahu putih, sama dengan tetangga-tetangganya. Tentu saja, saingannya banyak karena di Tinalan memang sentra tahu. Supingi akhirnya beralih ke kudapan. Ia menyajikan tahu yang sudah matang.

“Awalnya irisan tahu saya goreng, kok enak. Akhirnya keterusan produksi stik tahu,” terang Supingi. Ia pun memproduksi stik tahu dengan merek Wijaya Kembar.

Rupanya, stik tahu ini diminati. Maka, Supingi pun menambah variasi produk. Tahun 2016, ia mulai membuat kripik tahu. Hampir sama dengan stik tahu, hanya irisannya lebih tipis-tipis sehingga lebih empuk dan renyah.

Tahu putih bahan stik tahu Foto: MallUMKM/Adhi Kusumo

Supingi terus menambah varian produknya, tahun 2019 mulai membuat tahu krispi. Tahu yang digoreng kering sehingga lebih kriuk. Pasar kudapan ternyata lebih bisa bersaing bagi Wijaya Kembar. Selain pasarnya untuk warga Kediri yang suka cemilan, juga pemudik yang langsung ingin mencicipi tak perlu mengolah. Selain itu, kudapan tahu ini lebih tahan lama dan mudah dibawa.

Dalam hal inovasi dan memperluas pasar, Supingi menyulap tahunya untuk pasar anak muda. Tahun 2020 ini, ia bereksperimen dengan tahu cokelat. Jadi tahu digoreng kering kemudian dipotong dadu kecil-kecil, lalu dilapisi coklat luarnya. Rasanya? Unik. Manis di luar, ada krenyes-krenyesnya di dalam dan berasa gurihnya tahu.

Pada masa pandemi, produksi stik tahu ini masih lumayan bagus mencapai 14 kg/hari, turun 7 kg dibandingkan hari biasa yang bisa sampai 21 kg. Bulan Maret-Juni 2020 sempat tutup karena pandemi, bulan Juli mulai buka lagi meski pendapatan belum pulih sempurna.

“Dari Pemkot Kediri bantu pemasaran. Mulai dari pelatihan marketing online, pameran dan lain-lain,” tambah Supingi. Ia juga memanfaatkan Google bisnis untuk berjualan daring.

Stik tahu dan coklat tahu “Wijaya Kembar”
Jalan Tinalan 4 Timur No, 1, Tinalan, Kec. Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur 64132
HP. 0812-3448-1010

Give a Comment