“Terjebak” di Kediri, Yoga Kiswara Buka Usaha Clothing dan Suvenir

Akibat wabah corona, Yoga Kiswara tidak bisa kembali merantau. Padahal sebelumnya pria 21 tahun ini bekerja di pabrik garmen di Sragen, Jawa Tengah. Berbekal pengalamannya di industri tekstil, Yoga memilih membuka usaha sendiri di rumahnya di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

“Baru buka pas pandemi ini karena tidak bisa balik ke tempat kerja,” terangnya saat ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya.

Yoga membuka pemesanan masker sablon, tas hajatan, hingga suvenir. Di awal usaha, Yoga membuat masker dan ditawarkan ke toko-toko di Kabupaten Kediri. Dia juga langsung membuat akun bisnis di media sosial. Ternyata berkat gencarnya promosi di dunia maya, Yoga mendapat banyak pesanan.

“Banyak meraup pesanan secara online dari mana-mana,” tambahnya.

Ketika ditemui, Yoga sedang mendapat banyak pesanan. Total ada lima ribu masker sablon dari salah satu instansi di Kabupaten Kediri. Belum lama ini dia juga mendapat pesanan ratusan tas hajatan dari sekitar Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan hingga Riau. Sebagian besar tahu produk buatan Yoga dari instagram dan facebook.

“Media sosial dipegang adik saya. Jadi ada orang khusus yang bisa fokus mengelola dan promosi di sana,” bebernya.

Yoga sendiri baru lulus dari sekolah menengah kejuruan pada tahun 2017 lalu. Pasca lulus dari jurusan ilmu komputer, anak kedua dari tiga bersaudara ini memutuskan merantau ke Surabaya dan mengikuti proyek-proyek konstruksi. Tidak lama setelah itu, dia mengikuti pelatihan menjahit di Surabaya.

“Ikut pelatihan selama 18 hari saja,” ceritanya.

Para peserta pelatihan tersebut kemudian dipekerjakan di pabrik garmen. Yoga sendiri ditempatkan di Klaten lalu dipindah ke Sragen. Belum sampai setahun, wabah covid-19 menyerang. Mau tidak mau pabrik tutup sementara dan Yoga memutuskan untuk pulang. Dia tidak diperkenankan untuk merantau kembali karena kondisi tidak membaik.

Makanya kini dia membuka usaha clothing dan suvenir. Perkembangannya cukup pesat. Dia kini memiliki tiga mesin jahit, mesin potong, mesin press, dan alat sablon. Dia juga rutin mempekerjakan 4-5 orang setiap harinya. Bahkan karena banyaknya pesanan, Yoga juga bekerjasama dengan 14 penjahit lain untuk memenuhi target pesanan.

“Sistemnya lepas. Kalau ada pesanan minta bantuan mereka agar pesanan selesai tepat waktu,” tandasnya.

Gambar dan tulisan yang tercetak di tas beragam sesuai permintaan.

Karena sistemnya pesanan, produk masker dan suvenir yang dibuat Yoga bersifat custom. Konsumen bisa memesan produk dari beragam jenis bahan dan bentuk tulisan serta motif. Sejauh ini yang paling banyak diproduksi adalah masker katun dan tas berbahan spunbond.

Selain itu, Yoga juga sedang mengembangkan satu produk baru yakni apron kekinian. Targetnya adalah para pemilik usaha kafe dan rumah makan. Dia juga ingin memperluas area produksi di samping rumahnya karena lokasi produksi saat ini masih terbatas di ruang tengah rumah. “Semoga bisa segera tercapai,” pungkasnya.

Lokasi : Kelurahan Tamanan, Gang Putih RT 3/RW 2, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri

Facebook : Kis Souvenir, Yoga Kiswara

Instagram : kissouvenir

WhatsApp : 0856 4642 3146

Give a Comment