Viena Bakery, Roti Mewah Harganya Murah

 

Roti Viena biasa ditemukan di toko kelontong dan kantin sekolah. Harganya pun relatif terjangkau. Satu bungkus roti berbagai varian dijual Rp 3 ribu saja. Meski murah dan tidak memiliki outlet khusus, rasa dan kualitas roti yang dibuat oleh Vina Bekti Lestari ini cukup mewah. Teksturnya empuk dan lembut. Rasa gurih dari mentega dan manisnya gula sangat pas di lidah.

Ada sekitar 20 varian roti yang diproduksi Vina di Viena Bakery. Namun yang paling banyak diproduksi ada empat hingga lima jenis saja yakni roti roll cokelat keju, roti bun, roti isi pisang cokelat, dan roti kacang. Roti-roti tersebut selalu ready karena paling banyak disukai. Di luar itu, Vina juga menerima pesanan roti-roti yang lebih eksklusif sesuai permintaan konsumen.

“Usaha ini saya jalankan bersama suami sejak tujuh tahun yang lalu,” terang Vina yang tampak didampingi suaminya yakni Purwadi Setiyoko.

Sebenarnya pasangan suami istri ini tidak punya latar belakang di bidang baking. Hanya saja sang suami sebelumnya pernah bekerja sebagai sales bahan roti. Selain mengetahui bahan baku dan peralatan untuk membuat roti, pria yang akrab disapa Adit ini juga mengenal banyak pengusaha roti.

“Karena jadi sales, kenalan saya banyak. Kadang sharing dengan pengusaha roti. Jadi saya termotivasi dan tertarik untuk mencoba usaha yang sama,” katanya.

Vina Bekti Lestari menunjukkan roti yang sudah selesai produksi dan siap jual.

Adit mencoba memulai usahanya sendiri ketika sudah menikah dan tinggal di Kota Kediri. Dia belajar membuat roti secara otodidak. Selama hampir setahun, Adit menjual sendiri roti-roti buatannya dengan berkeliling komplek. Tidak jarang orang menganggap remeh jualannya karena harganya dinilai terlalu mahal saat itu.

“Di tahun 2013, orang menganggap harga Rp 3 ribu untuk sebungkus roti masih sangat mahal,” tambahnya.

Meski cukup berat, Adit berusaha konsisten menjual rotinya. Dia menyasar toko kelontong dan kantin-kantin sekolah karena pasar tersebut masih minim pesaing. Usahanya pun terus berjalan sampai sekarang. Meski biaya bahan baku dan tenaga kerja semakin mahal, Adit tetap mempertahankan harga roti di tingkat reseller sebesar Rp 3 ribu per bungkus.

“Selain kualitas, harga tetap saya pertahankan agar terjangkau pembeli,” tandas bapak dua anak ini.

Para pekerja tampak sibuk memproduksi roti di Viena Bakery yang berlokasi di Perum Mojoroto Indah, Kota Kediri.

Dalam sehari Adit dan istrinya bisa memproduksi sampai 2500 bungkus roti. Hanya saja selama wabah corona, jumlah produksi menurun karena banyak kantin-kantin yang tutup dan libur. Kini produksi hanya sekitar seribu bungkus saja per hari.

Demi meningkatkan kembali penjualan, Adit kembali fokus menjual rotinya di toko-toko kelontong. Saat ini ada sekitar 50 reseller Viena Bakery yang tersebar di Madiun, Jombang, Mojokerto, Blitar, hingga Malang. Selebihnya Adit menjualnya ke toko-toko di sekitar Kota dan Kabupaten Kediri.

Selain itu, Adit juga sedang menyiapkan varian produk baru yakni roti bluder. Pria 35 tahun ini sampai kursus di chef profesional demi mendapatkan kualitas produk yang bagus. “Harapannya corona segera berlalu. Omset bisa naik kembali,” pungkasnya.

Lokasi : Perum Mojoroto Indah, blok C – 64, Kota Kediri

Instagram :vienabakery

WhatsApp : 0822 8329 0000

Give a Comment